| Kupang
Watch




|
Olimpiade Sains Mencari Bibit Unggul
KUPANG, PK---Lomba Olimpiade Sains tingkat SMA yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Kupang bertujuan untuk mencari bibit unggul delapan bidang studi. Para pemenang akan bersaing di tingkat propinsi dan nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Drs. Jerhans A Ledoh, mengatakan hal ini saat membuka lomba ini di SMAN 3 Kupang, Jumat (9/5/2008). Saat memberikan penjelasan ia didampingi Ketua Panitia Olimpiade Sains, Drs. Clemens Meba, dan Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Kupang, Selfiana S Dethan.
Menurut Ledoh, lomba yang diselenggarakan untuk siswa kelas I dan II SMA itu merupakan program baku bagi Dinas Pendidikan Kota Kupang. Untuk itu, kegiatan olimpiade sains menjadi satu kegiatan yang sangat penting untuk mencari siswa terbaik guna mewakili Kota Kupang.
Sementara Ketua Panitia Olimpiade Sains, Drs. Clemens Meba, mengatakan, panitia mempersiapkan 24 SLTA di Kota Kupang untuk mengikuti kegiatan ini. Siswa yang mengikuti lomba sebanyak 182 orang.
Delapan mata pelajaran itu, kata Meba, yakni matematika, fisika, kimia, biologi, ekonomi, astronomi, teknologi dan informatika serta kebumian. Hasil lomba ini, jelas Meba, akan diperiksa tim selama dua hari dan akan diumumkan, Senin (12/5/2008). (osa)
Tim Pemeriksa Olimpiade Sains
---------------------------------------------------
No Nama Mata Pelajaran
---------------------------------------------------
1. Drs. B Lubis Matematika
2. Cornelis Donuata Fisika
3. Drs. Theofilus Sir Geografis
4. AJ Watileo Kimia
5. Dra. Yakoba M Dida Biologi
6. Lusianus Carbafo Komputer Informatika
7. Agus Rihi Tugu Ekonomi
----------------------------------------------------
Pengurus CERIA Dilantik
KUPANG, PK -- Pengurus The Community of Ex-Fratres and Seminarians (CERIA) Kupang dilantik oleh Wakil Ketua DPRD NTT, Drs. Kristo Blasin, di Aula Gereja Sta. Maria Asumpta Kota Kupang, Sabtu (10/5/2008). Dengan dilantiknya para pengurus, diharapkan program-program unggulan CERIA terutama pengembangan minat dan bakat anggotanya bisa direalisasikan.
Beberepa pengurus inti yang dilantik adalah Fidelis Hun (Ketua Umum), Hironimus W Medi (Wakil Ketua), Hery Wuse (Sekretaris) dan Blasius L Asa (Bendahara). Di samping para pengurus inti, Blasin juga melantik puluhan pengurus lain sebagai ketua dan anggota seksi-seksi. Komunitas ini juga dilengkapi dengan Dewan Penasihat (Rm Leo Mali, PR) dan Pelindung (Kristo Blasin).
Fidelis Hun dalam laporannya antara lain menjelaskan, CERIA adalah komunitas kumpulan para eks seminari dan frater. Mereka adalah siswa dan mahasiswa yang bercita-cita menjadi imam Katolik tetapi gagal oleh berbagai faktor.
"Karena merasa senasib dan sepenanggungan, maka kami bersama-sama membangun wadah dengan nama CERIA ini. Kami berharap melalui wadah ini minat dan bakat setiap anggota dapat bertumbuh dan berkembang," ujarnya sambil menegaskan, visi CERIA adalah "Maju Bersama Satu Harapan Kita."
Ia mengatakan, ada banyak potensi yang dimiliki anggota CERIA. Potensi-potensi ini, menurutnya, akan mati dan mubazir kalau tidak diberi ruang untuk bertumbuh dan berkembang. Ia menegaskan, seperti kaum muda pada umumnya, anggota CERIA juga punya potensi di bidang pengembangan penalaran, seni, olahraga dan kepemimpinan.
"Kami akan upayakan berbagai kegiatan untuk menumbuh- kembangkan potensi kami yang ada. Latihan-latihan debat, diskusi, kepemimpinan atau gelar keterampilan di bidang tarik suara dan lain-lain akan kami lakukan. Komunitas ini memang bertujuan sebagai wadah pengembangan diri selain mempererat tali persaudaraan di antara kami," tegasnya.
Seperti disaksikan Pos Kupang, semua pengurus hadir saat acara pelantikan ini. Dari laporan panitia pelaksana acara pelantikan, diketahui CERIA dibentuk 28 Februari 2008 lalu. Sedangkan pemilihan pengurus dilakukan di Aula Susteran RVM Kupang 25 April 2008. Hingga saat ini, CERIA memiliki 37 anggota.
(dar)
Terkumpul, Sumbangan untuk Kapela Naimata
KUPANG, PK -- Pembangunan kapela baru St. Fransiskus Xaverius Naimata bakal segera berlanjut. Pada hari raya Pentekosta, Minggu (11/5/2008) kemarin, Dewan Pastoral Stasi (DPS) dan Panitia Pembangunan Kapela setempat berhasil mengumpulkan sejumlah dana dan material dari umat yang menyumbang secara sukarela.
Sumbangan ini terkumpul berkat ajakan dari Pastor John Salu, SVD, Ketua Panitia Pembangunan Kapela Naimata, Marsel Ali dan Ketua DPS, Mikael Jaur kepada umat yang menghadiri perayaan itu. Umat pun diajak untuk membulatkan tekad segera merampungkan pembangunan kapela itu. Alhasil, usai misa sejumlah umat yang hadir menyampaikan sumbagannya kepada panitia dalam suatu acara ramah tamah.
Kapela Naimata tercatat sebagai kapela tertua di Kupang. Saat ini bangunannya sudah sangat tua. Tahun lalu panitia mulai dengan pembangunan sebagian fondasi untuk kapela baru, namun terhenti karena terbatasnya dana.
Menurut Marsel Ali, dana yang terkumpul baru Rp 28 juta. Namun, dengan sumbangan kemarin, dana dan material itu dipastikan bertambah.
Sumbangan yang terkumpul kemarin berupa batu 35 ret, pasir 11 ret, batako 1.500, semen 100 zak, uang tunai Rp 750.000, dan air 1.000 liter. Sejumlah pejabat di Kota Kupang dan Propinsi NTT sudah memastikan untuk turut menyumbang.
Pater John Salu, pengurus stasi dan panitia mengajak siapa saja yang bersimpati untuk ikut menyumbang pembangunan kapela tersebut. Bagi umat yang tidak memiliki uang atau material, menurut Ketua DPS Naimata, Drs. Mikael Jaur, silakan menyumbang tenaga atau pikiran.
Pater John mengatakan, pembangunan kapela ini akan dilaksanakan bertahap. Pembangunan fondasi akan dituntaskan selama bulan Mei dan Juni, okvol pada bulan Juli dan Agustus, dan seterusnya.
(ati)
* Mahasiswa FST Undana
Bersihkan Sampah Pasar Oebobo
KUPANG, PK--Sekitar 65 orang mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Undana Kupang membersihkan sampah-sampah yang bertebaran di kompeks Pasar Oebobo-Kupang, Sabtu (10/5/2008). Para mahasiswa ini merupakan binaan Komisi Kepemudaan dan Kemahasiswaan Keuskupan Agung Kupang (KAK).
Pantauan Pos Kupang, para mahasiswa mulai bekerja pukul 07.00 hingga 11.00 wita, didampingi pembina, RD Primus Tjung Lake. Sampah-sampah yang dikumpulkan berupa limbah sayur mayur, limbah buah-buahan, limbah ikan, dan daging, daun-daun kering, serta sampah-sampah lainnya dikumpulkan di suatu titik untuk diolah atau didaur ulang menjadi pupuk organik dan makanan ternak.
Pengolahan menggunakan mesin palwa rakitan Paul Watang. Demonstrasi pengolahan sampah ini menarik perhatian warga. Turut menyaksikan Kepala Dinas Kebersihan Kota Kupang, Benyamin Thene, S.H dan Lurah Fatululi, Yohanes Hurint.
Pembina Mahasiswa, RD Primus Tjung Lake, mengatakan, kerja bakti dimaksud untuk melatih mahasiswa menghargai kerja tangan sebagai pekerjaan yang tak hina dan menemukan berkah dari barang-barang terbuang seperti sampah. "Selain itu memotivasi mahasiswa menemukan inovasi baru sebagaimana dilakukan Paul Watang yang mampu merakit mesin pengelola sampah. Jadi, ada kaitannya dengan disiplin ilmu FST," katanya. (eni)
|