| Pro
Bisnis

|
Harga Semen Naik
KUPANG, PK-- Harga semen di Kota Kupang sudah naik antara Rp 2.500,00/zak hingga Rp 3.000,00/zak. Sementara semen produksi PT Semen kupang hilang dari pasaran sekitar satu bulan terakhir.
Pantauan Pos Kupang di beberapa toko bahan bangunan di Jalan Moh. Hatta dan Jalan Sudirman, Senin (12/5/2008), harga semen Tonasa, Tiga Roda dan Bosowa berkisar Rp 41.000,00/zak sampai Rp 41.500,00/zak.
Pemilik Toko Petety Jaya, Joseph Bitin Berek saat ditemui di tokonya, Senin (11/05/2008), menjelaskan, harga semen naik baru dua pekan lalu dari Rp 36.000,00/zak menjadi Rp 38.500,00/zak. Tetapi tiga hari lalu, harga semen naik lagi menjadi Rp 41.000,00/zak hingga Rp 41.500,00/zak.
"Saya tidak tahu kenapa harga semen naik lagi. Tapi besar kemungkinan naiknya harga ini, karena Semen Kupang tidak ada lagi di pasaran. Semen Kupang ini sudah lebih dari satu bulan hilang dari pasar," ujarnya.
Dia tidak tahu mengapa PT Semen Kupang berhenti beroperasi. Namun biasanya, lanjut Joseph, kalau pabrik sudah beroperasi, ada pemberitahuan ke toko-toko untuk mengirimkan truk mengambil semen di pabrik," ujarnya.
Joseph menjelaskan, saat ini stok semen di pasaran tidak terlalu banyak. Bahkan semen Bosowa dan Tiga Roda tidak ada lagi. Padahal permintaan cukup tinggi. "Sekarang ini stok kosong, baik itu semen Bosowa dan Tiga Roda. Di distributor juga stok semen kosong," ungkapnya.
Menurut Joseph, minimnya semen di pasaran karena ada rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
Di tempat terpisah, beberapa penjaga toko bahan bangunan, menyebutkan, harga semen naik karena kenaikan biaya transportasi. "Sudah dua atau tiga hari, harga semen naik. Semen yang baru masuk sudah dengan harga baru karena kenaikan biaya transportasi," tutur mereka.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang menyebutkan, terhentinya produksi semen kupang dalam sebulan terakhir, disebabkan oleh terputusnya jaringan listrik ke Pabrik Semen Kupang II oleh PT Sewa Tama-Kupang.
Manajemen PT Sewa Tama-Kupang menghentikan aliran listrik ke pabrik tersebut, karena manajemen PT Semen Kupang tidak membayar rekening listrik.
Direktur Utama (Dirut) PT Semen Kupang, Drs. Abdul Madjid Nampira yang hendak dikonfirmasi tentang hal ini, tidak berada di kantornya. Nampir sedang berada di luar NTT.
(ira/kro)
Warga Paka Panen Padi Aplikasi Score
* Hasil Berlipat Ganda, Warga Bergairah
RUTENG, PK--Warga Desa Paka, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Senin (12/5/2008), memanen padi hasil aplikasi teknolgi score 250 EC yang diperkenalkan PT Syngenta-Jakarta. Warga setempat mengaku sangat puas dan bergairah untuk menamam karena aplikasi score sangat menguntungkan.
PT Syngenta Indonesia mengaplikasikan teknologi penggunaan score 250 EC di Desa Paka bekerja sama dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Satar Mese serta Kelompok Tani (Poktan) Gaya Baru Desa Paka.
Ketua Poktan Gaya Baru Desa Paka, Yohanes Marut, sebagai pelaksana demonstrator panen padi, mengaku sangat puas menikmati hasil panen padi teknologi score 250 EC. "Hanya dua kali penyemprotan saja, hasil padi sangat memuaskan," ujarnya.
Hal senada disampaikan PPL Desa Paka, Angelus Aram, yang mengikuti pengubinan padi teknologi score. "Dengan mengggunakan score 250 EC warna gabah sangat cerah dan mengkilat," ujar Angelus.
"Hasil panen panen padi yang menggunakan Score 250 setelah pengubinan meningkat," tambah Leksius Jeda, SE, Staf Seksi Produksi BPS Manggarai.
Hasil pengubinan tanaman padi yang dilakukan Mantri Tani, PPL, dan para petani di Desa Paka sangat memuaskan. Tanaman padi dengan menggunakan Score 250 EC=10.080 kg/ha. Tanpa menggunakan Score 250 EC= 6,560 kg/ha.
Staf Syngenta Wilayah Propinsi NTB & NTT, Ir. Zainul Bachri, kepada Pos Kupang dari Ruteng, Senin (12/5/2008) malam, mengaku sangat puas terhadap percobaan score pada tanaman padi yang dilakukan oleh Agung Edi Basuki, S.TP, staf Syngenta di Manggarai.
"Ini panen padi kedua di NTT gunakan score. Pertama, tahun 2007 dilakukan Tarus, Kupang. Mudah-mudahan ke depannya Score 250 EC ini bisa diterapkan oleh petani-petani di seluruh NTT sehingga produksi tanaman padi yang ditanam meningkat," ujarnya.
Dia menyebut keuntungan menggunakan Score 250 EC. Pertama, menggunakan Score cukup dua kali, penyemprotan pertama pada saat padi bunting (umur 43 hari) setelah tanam dan penyemprotan kedua pada saat padi berbunga 75 persen (60 hari) setelah tanam. Kedua, gabah kuning cerah, bersih dan bernas. Ketiga, kualitas dan kuantitas gabah lebih baik. "Yang paling penting adalah Score bisa mengendalikan penyakit-penyakit utama pada tanaman padi," ujar Bachri.
(eni)
Realisasi Dana Bergulir Tergantung Cicilan
KUPANG, PK -- Realisasi dana bantuan untuk modal kerja bagi koperasi dan usaha kecil menengah (KUKM) di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam tahun 2008, tergantung cicilan tahun 2007. Bagi pengusaha dan koperasi yang menunggak pengembalian dana bergulir tahun 2007, realisasi dana untuk pengusaha dan koperasi tahun 2008 ini akan ditunda hingga tunggakan itu dilunasi.
Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi Propinsi NTT, Paulus R Tadung, S.H, saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini. Paulus dihubungi terkait realisasi dana bergulir tahun 2008 yang dialokasikan APBD I NTT Rp 7,5 miliar.
"Berdasarkan data yang ada pada kami, pengembalian dana bergulir tahun 2007, tersendat-sendat. Sampai awal Mei baru Rp 800-an juta, dari seharusnya Rp 900-an juta. Jadi untuk tahun 2008 ini, realisasi dana bergulir kami sesuaikan dengan jumlah pengembalian," ujarnya.
Dikatakannya, setiap kabupaten/kota, akan mendapatkan dana bergulir tapi tergantung nilai pengembalian dana bergulir tahun sebelumnya. Kalau tunggakannya besar maka pencairan dana untuk daerah tersebut menjadi catatan Dinas Koperasi NTT.
"Kami tidak akan mencairkan dana untuk kabupaten/kota sampai tunggakan tahun 2007 dibayar lunas. Karena itu kami minta dinas koperasi kabupaten/kota untuk melakukan penagihan secara intensif," jelasnya sambil menambahkan dana bantuan untuk modal kerja tahun 2007 senilai Rp 5 miliar.
Paulus menambahkan, pengembalian dana bergulir tahun 2007, sebagian kecil sudah diangsur awal Desember. Ada juga di bulan Maret. Pemerintah memberikan tenggat waktu pengembalian sekitar tiga sampai empat bulan, tergantung jenis usahanya. Bahkan ada yang sampai enam bulan, misalnya usaha peternakan. (ira)
Alokasi modal kerja KUMK Tahun 2008
---------------------------------------------------------------------
Kabupaten/Kota Jumlah Dana (Rp)
---------------------------------------------------------------------
Puskud NTT 1.300.000.000,00
Kota Kupang 500.000.000,00
Kabupaten Kupang 400.000.000,00
TTS 250.000.000,00
TTU 250.000.000,00
Belu 300.000.000,00
Alor 300.000.000,00
Lembata 400.000.000,00
Flores Timur 300.000.000,00
Sikka 400.000.000,00
Ende 400.000.000,00
Nagekeo 200.000.000,00
Ngada 300.000.000,00
Manggarai 300.000.000,00
Manggarai Barat 300.000.000,00
Manggarai Timur 200.000.000,00
Sumba Timur 350.000.000,00
Sumba Barat 350.000.000,00
Sumba Barat Daya 200.000.000,00
Sumba Tengah 200.000.000,00
Rote Ndao 300.000.000,00
------------------------------------------------------------
Sumber: Dinas Koperasi NTT
Persediaan Sembako Masih Cukup
KUPANG, PK -- Persediaan sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) di Kota Kupang, masih cukup. Di gudang-gudang milik distrobutor, stoknya cukup untuk beberapa waktu ke depan. Hanya harga beras dan minyak goreng bimoli sudah naik.
Hal itu diungkapkan dua distributor sembako di Kota Kupang, yakni Pemilik Toko UD Sampurna, Krisantus Fulbertus dan UD Sumber Cipta, Ko Mea, ketika ditemui di tokonya masing-masing, Senin (12/5/2008).
"Ketahanan pangan untuk Kota Kupang bagus. Stok sembako yang ada pada pengusaha cukup untuk beberapa waktu ke depan," ujar Ko Mea.
Krisantus juga mengungkapkan hal yang sama. Namun, kata Krisantus, harga beras dan minyak goreng bimoli saat ini naik. "Harga beras naik Rp 200,00/kg," ujarnya.
Untuk minyak goreng bimoli, lanjut Krisantus, pemberitahuan tentang kenaikan sejak 5 Mei 2008. Demikian juga harga beras lonceng yang dipasok dari Makassar, Sulawesi Selatan. Sedangkan harga tepung terigu dan gula pasir masih stabil.
Terkait harga sembako, Ko Mea menegaskan, yang terpenting adalah stok barang. Sedangkan harga disesuaikan dengan keadaan dan perkembangan. "Harga itu tergantung mekanisme pasar. Kalau harga di tingkat pabrik sudah naik, otomatis di pasar juga naik," ujarnya.
Apalagi, lanjut Ko Mea, kalau BBM naik, maka harga sembako pasti naik. Kenaikan BBM memiliki dampak besar. "Saat BBM naik, tidak mungkin kami jual sembako dengan harga sebelumnya. Kalau jual dengan harga lama, lantas bagaimana kami membeli barang sebagai persediaan untuk kebutuhan ke depan?" ujarnya.
Saat ini harga minyak bimoli ukuran lima liter Rp 238.000,00/empat jerigen, kemasan dua liter Rp 153.000,00/enam botol, kemasan satu liter Rp 155.000,00/12 botol, ukuran 620 ml Rp 205.000,00/24 botol dan ukuran 250 ml Rp 191.000,00/48 botol.
Harga beras doraeman Rp 196.000,00/40 kg dan ukuran 50 kg misalnya merek kelincir Rp 246.000,00/karung. Tepung terigu merek segitiga biru Rp 175.000,00/zak dan merek cakra Rp 181.000,00/zak. (ira)
|