Berita Utama

 

 

 

 

 

 

Golkar Ingatkan Kadernya

KUPANG, PK -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Propinsi NTT, mengingatkan jajaran pengurus dan kadernya, termasuk yang duduk di lembaga legislatif agar tetap mendukung Paket Tulus (Ibrahiam A Medah- Paulus Moa) sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT dari Golkar. Khusus kader Golkar di legislatif, jika tidak mendukung Paket Tulus, maka disarankan untuk mengambil cuti.
Tentang adanya peringatan ini dibenarkan Sekretaris dan Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Propinsi NTT, Drs. Cirylus Bau Engo dan Gustaf Jacob, S.H, saat dikonfirmasi terpisah, Senin (12/5/2008).
"Bukan dipecat tetapi disarankan untuk minta cuti. Alasannya karena ada kader Golkar yang punya suami atau istri atau keluarga lainnya yang menjadi tim sukses paket lain. Maksudnya agar mereka tidak bimbang dalam bersikap dan tidak menganggu kinerja kader Golkar lainnya," kata Bau Engo saat ditemui di Sekretariat DPD Partai Golkar NTT, Senin (12/5/2008).


 

Bangkai KM Melati Sejahtera Ditemukan 

* Tiga Korban Dievakuasi 

LABUAN BAJO, PK --Bangkai Kapal Motor (KM) Melati Sejahtera yang tenggelam di Selat Linta, Pulau Serai atau tepatnya di antara Pulau Padar dan Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Senin (12/5/2008), berhasil ditemukan oleh nelayan Pulau Papagarang. Bangkai kapal itu dievakuasi menggunakan 25 perahu motor.



* Ribut Antarkerluaga

Suami Istri Tewas 

ENDE, PK -- Naas bagi pasangan suami istri, Suleman Keo dan Siti Rahman Nggori, warga Dusun Watubewa-Desa Rindiwawo, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende. Keduanya tewas dalam pertikaian antarkeluarga, Minggu (11/5/2008) pagi. Tiga korban lain yang menderita luka-luka, Sipri Mbipi, Arafiah Kola dan Anjas Jafar, masing-masing anak dan cucu korban.


*Kehidupan Warga Terpencil di Pulau Nuse (2) 

Belum Ada Tambatan Perahu 

Oleh Syarifah Sifat

LAUT di Rote Ndao cukup luas, mengelilingi pulau
Rote, Pulau Nuse, Pulau Ndao, Pulau Ndo dan lain-lain. Namun, sarana-prasarana pendukung kelautan di kabupaten terselatan Indonesia itu hingga kini belum memadai. Tidak ada tambatan perahu apalagi pelabuhan rakyat. Tak ada kapal pemantau atau kapal patroli untuk mengawasi perairan yang kaya akan hasil laut. Karena itu, banyak kapal liar masuk ke wilayah itu untuk mengambil hasil-hasil laut dengan cara ilegal dan merusak biota laut.