| Berita Utama
2

|
Bangkai KM Melati
Sejahtera Ditemukan
* Tiga korban dievakuasi
LABUAN BAJO, PK --Bangkai Kapal Motor (KM) Melati Sejahtera yang tenggelam di Selat Linta, Pulau Serai atau tepatnya di antara Pulau Padar dan Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Senin (12/5/2008), berhasil ditemukan oleh nelayan Pulau Papagarang. Bangkai kapal itu dievakuasi menggunakan 25 perahu motor. Sementara Haji Hero, salah satu korban yang tenggelam belum ditemukan.
Pantauan Pos Kupang, Senin (12/5/2008 ) sekitar pukul 10.30 Wita, bangkai kapal itu telah ditarik dan dilabuhkan di depan Pulau Papagarang. Kapal itu dilabuhkan namun tidak normal lagi karena tetap posisi miring sebelah . Di dalam bangkai kapal masih ada enam ekor kuda yang sudah mati.
Pada kesempatan itu tim pencari/SAR, yang terdiri dari KP3 Laut, Sat Intelkam Polres Mabar,TNI AD/AL dan syahbandar berjumlah sekitar 25 orang dipimpin Aiptu Nur Menge dan Komandan SAR TNI AL, Kopka Marinir Herrybertus, melakukan pencarian korban yang hilang, Haji Hero.
Pencarian oleh tim SAR mulai pukul 11.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita, Namun, korban belum ditemukan karena arus deras dan gelombang laut tinggi. Pencarian dimulai dari ujung barat Pulau Papagarang menuju Pulau Rinca. Tim menyisir seluruh perairan di sekitar lokasi kejadian, yakni Selat Linta.
Arus laut yang cukup deras mulai dari perairan Pulau Rinca menuju Pulau Padar. Setelah melewati Pulau Padar menuju perairan Pulau Komodo, arus semakin kuat sehingga tim pencari harus balik haluan kembali ke titik utama tenggelamnya KM Melati Sejahtera.
Dalam pencarian itu tim sempat menemukan tujuh ekor kuda dan seekor kerbau yang sudah mengapung di laut dan sudah mati. Sedangkan di Pulau Seria atau sekitar Selat Linta, tim berhasil menemukan seekor kuda yang masih hidup. Kuda ini kemudian dievakuasi ke Labuan Bajo. Pencarian berakhir sekitar pukul 16.00 Wita dan tim kembali ke Pulau Papagarang. Ketua tim pencarian korban, Aiptu Nur Menge, memutuskan kembali ke Labuan Bajo.
Kepala Pelabuhan Laut Labuan Bajo, Pariman mengatakan, tim yang melakukan pencarian akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat, terutama satuan koordinasi penanggulangan bencana untuk pencarian selanjutnya. "Untuk pencarian selanjutnya akan kami konfirmasi lagi dengan pemerintah daerah. Sesuai prosedur pencarian korban yang hilang harus berakhir pada hari ketujuh. Kami tetap fokuskan pencarian korban manusia," kata Pariman.
Sebelumnya diberitakan, Kapal Motor (KM) Melati Sejahtera asal Jeneponto, Sulawesi Selatan yang bertolak dari Waingapu,Kabupaten Sumba Timur, tenggelam di Selat Linta, perairan Pulau Serai tepatnya antara Pulau Padar dan Pulau Rinca,Kabupaten Manggarai Barat. Tiga korban yang sebelumnya sempat ditolong oleh sebuah kapal wisatawan, Senin kemarin dievakuasi oleh tim SAR ke Labuan Bajo. Tiga orang itu, yakni Sawala, Bahrudin dan Iwan.
Kepada Pos Kupang, Sawala (50), salah satu korban selamat mengatakan, saat kapal tenggelam ia sedang tidur lelap bersama Haji Hero di bagian buritan kapal, namun tiba-tiba terasa air menetes di kepalanya sehingga ia bangun. Saat itu, lanjutnya, kapal mulai oleng dan tenggelam. "Saat itu saya tidur dekat Haji Hero dan saat air masuk dan kapal mulai tenggelam, kami semua panik. Saat itu saya masih pegang tangannya Haji Hero namun terlepas. Kami juga lihat beberapa saat Haji Hero tidak bernyawa lagi," tutur Sawala.
Dia menjelaskan, kapal tenggelam tepat pukul 22.00 Wita. Saat itu ia bersama 10 orang lainnya keluar dan berjejer memegang kapal. Namun ada yang terlepas, sedangkan Haji Hero masih ada di dalam kapal. Hero juga sempat ditolong oleh nakhoda kapal, Isdar, namun tidak berhasil. "Saat pagi hari (Minggu pagi, Red) kebetulan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal ada sebuah kapal wisatawan/turis yang lewat. Kami ditolong kapal itu ke Pulau Papagarang," ujarnya.
Ketua tim pencarian, Nur Menge,mengatakan, ketiga korban yang dievakuasi ke Labuan Bajo adalah tiga korban yang terlebih dahulu ditemukan kapal yang membawa turis/wisatawan. "Ketiga orang ini yang pertama dievakuasi ke Pulau Papagarang dalam keadaan selamat," kata Nur. (yel)
|