|
K u p a n g





|
Pemkot Bakal Bangun Rumah Bordir
KUPANG, PK-- Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang bakal membangun rumah bordil untuk para wanita tuna susila (WTS) di Kota Kupang. Tujuannya agar para pekerja seks komersial (PSK) jangan membuka praktik di sembarang tempat.
Walikota Kupang, Drs.Daniel Adoe, menegaskan hal itu di ruang kerjanya, Selasa (5/8/2008), usai menerima tiga pelajar SMAK Giovanni Kupang yang akan mengikuti olimpiade sains di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tanggal 9-14 Agustus 2008.
Menurut Adoe, gagasan untuk membangun lokalisasi PSK telah mendapat respons dan persetujuan para tokoh agama Katolik, Protestan, Islam dan Hindu, yang ditangani oleh City Council Kota Kupang.
Restu atas pembangunan lokalisasi itu, tegas Adoe, didasarkan pada pertimbangan kemanusian dan kesehatan yang terjadi bila lokalisasi tidak dilakukan secara baik. Atas restu para tokoh agama itulah, lanjut Adoe, Pemkot Kupang berani membangun lokalisasi untuk mengeliminir para PSK liar.
Adoe menegaskan, bila gagasan ini direalisasikan secara baik, dirinya akan melakukan penertiban untuk semua transanksi PSK di hotel-hotel. Hotel hanya dijadikan tempat istirahat para tamu bukan transaksi seks para PSK dan pria hidung belang.
Ia menjelaskan, ke depan pemkot juga akan menertibkan call girls. Ruang geraknya akan dihentikan dan mereka akan menghuni lokalisasi itu. "Memang sulit untuk melakukan pemberantasan terhadap praktik PSK liar," tegas Adoe.
Ketika ditanya kapan dan di mana lokasi rumah germo yang akan dibangun, Adoe menambahkan, gagasan ini belum dibahas secara detail. Niat baik pemkot yang direstui para tokoh agama, jelas Adoe, merupakan jalan terbaik untuk tidak menyia-nyiakan niat untuk membangun rumah
bordir. (osa)
Walikota Siapkan Bonus Rp 10 Juta
* Bagi Juara I Olimpiade Sains Tingkat Nasional
KUPANG, PK-- Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, telah menyiapkan bonus Rp 10 juta bagi pemenang pertama olimpiade sains tingkat nasional yang bakal digelar di Makassar, Sulawesi Selatan tanggal 9-14 Agustus 2008.
Adoe mengatakan hal ini ketika melepas tiga peserta Olimpiade Sains, yakni George Yohanis, untuk pelajaran astronomi, Grand Pix Kadja, untuk mata pelajaran kimia dan Yosep Yapi, untuk pelajaran biologi, di ruang kerja walikota, Selasa (5/8/2008).
Ketiga peserta ini berasal dari SMAK Giovanni Kupang. "Saya kasih hadiah Rp 10 juta untuk yang juara pertama," ujar Adoe, seraya menambahkan juara II tidak mendapat bonus.
Adoe mengatakan, sebagai wakil utusan dari Kota Kupang, para peserta harus tenang menghadapi kompetisi secara baik dengan mentaati aturan yang berlaku. Menjelang lomba di tingkat nasional, harap Adoe, peserta dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk belajar lebih giat dan tidak begadang di malam hari.
Ketenangan dalam diri dalam menghadapi lomba, demikian Adoe, akan membuat peserta keluar sebagai juara. Ia menegaskan, para peserta jangan sampai merasa sombong dengan kepintaran yang dimiliki. Peserta diminta untuk lebih mengandalkan Tuhan dalam lomba ini.
Pemkot memberikan uang saku sebesar Rp 1.000.000,00 bagi tiap peserta. Sedangkan para guru pendamping mata pelajaran, yakni Wilfridus Doni (astronomi), Frans Balulowa (kimia) dan Theresia Wisang (biologi), mendapat uang saku masing-masing Rp 1.000.000,00.
(osa)
Kadis P dan K Tandatangani Ijazah Paket
KUPANG, PK-- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis P dan K) Kabupaten Kupang, Drs. Melky Kana, M.Si, mengakui telah mendapat petunjuk dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Propinsi NTT untuk menandatangani ijazah Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA) tahun 2007 yang belum tuntas.
Ia mengatakan hal itu kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Selasa (5/8/2008). "Sudah, saya telah mendapat petunjuk dari propinsi. Malah data dari kabupaten telah diserahkan kepada propinsi. Pihak propinsi selanjutnya akan segera mencetak ijazah setelah melakukan verifikasi," ujarnya.
Menurut dia, Dinas P dan K Propinsi NTT telah memberikan gambaran jelas tentang apa yang harus dilakukan. "Intinya, sebentar lagi masalah ijazah Paket A, B dan C akan tuntas," kata Kana.
Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Propinsi NTT, Ir. Marthen Dira Tome yang dihubungi terpisah di ruang kerjanya, Selasa (5/8/2008), membenarkan telah menyurati Kepala Dinas P dan K Kabupaten Kupang. Surat dari Subdin PLS Propinsi tersebut tertanggal 28 Juli 2008, lengkap dengan petunjuk teknis.
Dira Tome mengatakan, sikap kehati-hatian Kepala Dinas P dan K Kabupaten Kupang sangat wajar. Tetapi sekarang sudah ada jalan keluar sehingga tidak akan lama lagi ijazah ditandatangani.
Ia menjelaskan, ada proses lebih lanjut terkait dengan ijazah paket A, B dan C. Semua data pasti ada di kabupaten. Kabupaten mengajukan data ke propinsi terkait nama peserta, tempat tanggal lahir dan kelengkapan lainnya. Termasuk pula dalam ijazah yang bakal dicetak harus lengkap dengan nama kepala dinas definitif.
"Saat ini, kami telah mendapat data dari Kabupaten Kupang terkait peserta yang lulus ujian paket A, B dan C dalam tahun ajaran 2007. Mudah-mudahan, tidak ada kesalahan data dari kabupaten sehingga bisa segera mencetak blanko ijazah. Kalau data benar maka dalam waktu satu dua hari sudah ada ijazah," ujar Dira Tome.
Ia mengakui, selama ini Subdin PLS kabupaten dan Propinsi NTT menjadi sasaran keluhan para peserta didik. Peserta yang lulus telah berulangkali mendatangi dinas untuk menanyakan soal ijazah. (ely)
Lulusan Undana Diseleksi Jadi Diplomat
KUPANG, PK--Tim dari Departemen Luar Negeri (Deplu) akan menyeleksi calon diplomat lulusan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Undana merupakan satu dari 17 universitas negeri di luar Pulau Jawa yang telah ditetapkan Deplu sebagai tempat perekrutan tenaga diplomat untuk ditempatkan di kantor kedutaan dan konsulat Indonesia di luar negeri.
Tim dari Deplu yang dipimpin Kepala Perencanaan Pengembangan dan Pembinaan-Biro Kepegawaian Deplu, Sri Wahyuni menggelar tatap muka dan sosialisasi seleksi calon diplomat bertempat di aula utama-Undana, Selasa (5/8/2008).
Pranata Humas Undana, David Sir, S.Sos menjelaskan dalam pertemuan tersebut, Sri Wahyuni mengatakan Undana sebagai salah satu universitas yang saat ini dipercayakan Menteri Luar Negeri (Menlu) untuk bekerja sama dalam rangka merekrut putra-putri NTT lulusan Undana. "Tahun 2008 ini merupakan tahun keempat Deplu bekerja sama dengan Undana dalam merekrut calon diplomat," kata Sri Mulyani.
Hadir dalam acara tersebut Rektor Undana, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App, Sc, Ph.D didampingi beberapa unsur pimpinan lainnya di Undana. Acara sosialisasi tersebut juga dihadiri sembilan alumni Undana dari berbagai disiplin ilmu.
Peserta sosialisasi mendapat penjelasan tentang keistimewaan sebagai diplomat yang merupakan wakil resmi bangsa, negara dan pemerintah Indonesia yang akan ditempatan di 119 perwakilan RI di seluruh dunia.
Sri Wahyuni menjelaskan, tahun 2008 ini, Menlu dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera (Menpan) menetapkan kebijakan mengalokasikan 15 persen dari formasi untuk lulusan terbaik universitas-universitas negeri di luar Jawa. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan unsur keterwakilan daerah dalam diplomasi Indonesia, namun proses rekrutmen tidak mengurangi standar kualitas dan kompetensi. "Jadi masing- masing universitas diberi jatah dua orang," jelas Sri.
Seleksi khusus universitas tersebut terdiri dari Universitas Andalas-Padang (Sumatera Barat), Universitas Cendrawasih Jayapura (Papua), Universitas Haluoleo-Kendari (Sulawesi Tenggra), Universitas Hasanuddin-Makassar (Sulawesi Selatan), Universitas Jambi, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mataram (NTB), Universitas Mulawarman-Banjarmasin (Kalimantan Timur), Universitas Pattimura Ambon (Maluku), Universitas Riau, Universitas Sam Ratulangi Manado (Sulawesi Utara), Undana, Universitas Sriwijaya-Palembang (Sumatera Selatan), Universitas Tadulako Palu (Sulawesi Tengah) dan Universitas Tanjung Pura.
Dijelaskannya, peserta calon diplomat akan melewati beberapa tahap seleksi yakni administrasi, ujian tulis substansi dan wawancara substansi di masing-masing universitas oleh penguji dari Deplu. Sementara ujian kemampuan atau penguasaan bahasa asing dan tes psikologi dilaksanakan pada jalur umum.
(alf)
Ratusan Lulusan SMA Ikut Seleksi di STIKES CHM-K
KUPANG, PK--Ratusan lulusan sekolah menengah atas (SMA) dari berbagai daerah di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti seleksi calon mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Citra Husada Mandiri Kupang (CHM) Kupang, yang menyelenggarakan pendidikan tinggi kebidanan dan keperawatan.
Ketua Yayasan STIKES Citra Husada Mandiri Kupang, Ir. Abraham Paul Liyanto, kepada wartawan di kampus STIKES CHM-K di Kota Baru Kupang, Jumat (1/8/2008), menjelaskan, STIKES CHM-K telah membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk TA 2008. Pendaftaran ini dibuka untuk dua jurusan yaitu kebidanan dan keperawatan.
Menurutnya, jumlah mahasiswa baru yang telah mendaftarkan diri di STIKES CHM-K tercatat lebih dari 100 orang. "Kita akan melakukan seleksi terhadap calon mahasiswa baru itu pada tanggal 20 Agustus mendatang," ujar Paul Liyanto.
Untuk TA 2008, menurut Paul Liyanto, STIKES CHM-K menerima 100 orang mahasiswa untuk dua jurusan yaitu jurusan Diploma (D-3) Kebidanan 60 orang dan 40 orang jurusan D1 Keperawatan.
Pihak Yayasan, demikian Paul Liyanto, telah menyiapkan berbagai sarana pendukung untuk perkuliahan bagi mahasiswa baru nanti, seperti ruang laboratorium bahasa, ruang komputer dan internet dilengkapi 20 unit komputer, laboratorium maternitas untuk kebidanan, laboratorium jiwa dan komunitas, laboratorium keperawatan medical bedah dan laboratorium keperawatan dasar dan dasar-dasar keperawatan.
"Kita juga menyiapkan ruangan khusus bagi mahasiswa untuk mengakses internet dalam waktu tak terbatas guna mendapatkan informasi terbaru tentang dunia kesehatan. Kita juga memberikan pendidikan bahasa terhadap mahasiswa kita, karena kita membuka lembaga ini untuk orientasi global nanti," kata Paul Liyanto.
Direktris STIKES CHM-K Kupang, Lisnadiyanti M.KEP menjelaskan, untuk mendukung kegiatan perkuliahan bagi para mahasiswa baru pihaknya didukung dosen-dosen yang memiliki kualifikasi di bidang keperawatan serta kebidanan.
"Untuk tahap pertama kita lebih menekankan pendidikan profesi mahasiswa yang bersangkutan. Dengan demikian mahasiswa dapat memahami secara benar tentang profesinya sebagai perawat dan bidan," kata Lisnadiyanti. (ben)
|