Pro Bisnis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nestle Luncurkan Dancow Batita

KUPANG, PK -- Manajemen PT Nestle Indonesia meluncurkan lagi produk barunya, susu Dancow Batita. Produk baru tersebut diperuntukkan bagi anak balita, khususnya yang berumur 1-3 tahun. Peluncuran produk baru itu di Restoran Pantai Timor, Minggu (3/8/2008) lalu.
"Pasca kenaikkan harga BBM, daya beli masyarakat makin melorot. Dan, manajemen Nestle Indonesia memahami hal itu. Agar tidak memberatkan lagi konsumen dalam memenuhi kebutuhan susu untuk anak-anak, kami menyiapkan produk Dancow Batita ini," ujar Robert Purba, pada peluncuran produk baru tersebut, malam itu.
Robert Purba adalah Sales Promotion Manager State 3 untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Tengah (Jateng) dan Bali. Peluncuran Dancow Batita di Kupang ini merupakan acara yang kedua setelah Bali.
Acara launching yang dihadiri oleh sedikitnya 50 undangan ini, berlangsung cukup meriah. Acaranya kian semarak, ketika para penari usia anak usia sekolah dasar, memamerkan kebolehannya mempertontonkan tarian ja'i. Distributor tunggal susu dancow NTT, Leonardus Anthonius bersama ibu tampak amat gembira dengan acara tersebut.
Pada kesempatan itu, Robert Purba mengatakan, Dancow Batita merupakan produk terbaru PT Nestle Indonesia. Susu ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi dan cocok untuk anak yang berusia satu tahun sampai tiga tahun.
Bila mengkonsumsi susu ini, lanjut dia, anak akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Dan, ini merupakan salah satu keunggulan Dancow Batita yang dipersembahkan untuk anak, mengingat pada pada usia tersebut, buah hati keluarga sangat rentan terhadap bakteri. "Kalau memiliki daya tahan tubuh yang kuat, tentu anak-anak akan mengalami pertumbuhan yang lebih baik," ujarnya. 
Soal harga, Purba mengatakan, susu itu dibuat pada hakekatnya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga. Harga pun relatif murah dan dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Untuk 100 gram harganya Rp 9.900,00/kemasan dan 300 gram harganya Rp 32.000,00/kemasan. "Susu ini bernutrisi tinggi tetapi harganya murah," ujar Purba. (kro)




* Nasib PT Semen Kupang
Menneg BUMN Belum Beri Jawaban


KUPANG, PK -- Sampai saat ini, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Menneg BUMN), Sofyan Djalil, belum memberikan jawaban atas surat Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT tentang PT Semen Kupang. 
Hal itu dikemukakan salah seorang komisaris PT Semen Kupang, Benediktus Muda, S.E, ketika dihubungi Pos Kupang melalui telepon selulernya, Rabu (6/8/2008). "Sampai sekarang kami belum mendapat jawaban dari Menteri Negara BUMN terkait penyelesaian masalah PT Semen Kupang," ujarnya.
Ben Muda mengatakan, jawaban pemerintah pusat itu sangat mempengaruhi proses penyelesaian masalah PT Semen Kupang. Saat ini, lanjutnya, tak ada pilihan lain, kecuali segera dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa. "Jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah di PT Semen Kupang adalah RUPS," ujarnya.
Menurut dia, informasi terakhir yang ia terima, ada investor dari India yang ingin menanamkan saham pada PT Semen Kupang. Namun, negosiasi untuk penanaman saham itu antara investor dan Bank Mandiri. "Kami mendapat informasi seperti itu bahwa akan ada pertemuan antara investor dengan Bank Mandiri. Tapi kepastian tanggalnya kami tidak tahu," ujarnya.
Ketua Komisi B DPRD NTT, Armando Soares, mengatakan, menyelesaikan masalah PT Semen Kupang bukan perkara gampang. Ia melukiskan PT Semen Kupang ibarat penyakit kanker yang sulit disembuhkan. 
Menurut Armando, masalah PT Semen Kupang merupakan masalah kronis. "Uang Rp 50 miliar begitu mudah dihabiskan, dan dana APBD I NTT sulit dialokasikan untuk urusan ini," ujarnya.
Tahun lalu, demikian Armando, manajemen PT Semen Kupang meminta dana Rp 50 miliar untuk menyelesaikan utang yang tercatat senilai Rp 15 miliar. Tetapi, lanjutnya, ketika pemerintah mengucurkan dana Rp 50 miliar, yang terjadi adalah pabrik Semen Kupang berhenti beroperasi.
Anggota dewan lainnya, Cen Abubakar mengatakan, penyelesaian masalah di perusahaan itu, tidak bisa oleh satu pihak saja, misalnya pemerintah saja atau investor saja. Masalahnya baru terselesaikan bila semua komponen terkait turun tangan 
"Harus ada pertemuan komprehensif melibatkan pemerintah, investor dan managemen. Tanpa itu, tak mungkin ditemukan jalan terbaik untuk mengakhiri masalah itu," katanya. 
Sebelumnya diberitakan (Pos Kupang, 6/8/2008), enam unit genzet, mesin pembangkit listrik yang digunakan PT Semen Kupang (SK) untuk memproduksi semen diambil kembali oleh pemiliknya, PT Sewatama- Jakarta. Enam unit mesin itu diambil untuk dibawa pulang ke Jakarta.
Pantauan Pos Kupang, Rabu (6/8/2008) petang, enam unit mesin genzet itu sudah ada di Pelabuhan Tenau Kupang. Mesin genzet tersebut siap dimuat ke kapal untuk dibawa ke Jakarta. Informasi yang dihimpun Pos Kupang, menyebutkan, mesin genzet ini nantinya diangkut dengan kapal Seiko, yang saat ini sedang berlayar menuju Pelabuhan Tenau Kupang. (ely)




1 September Garuda ke Kupang

KUPANG, PK -- Mulai 1 September 2008, pesawat jenis Boeing 737-300 milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia akan melayani Kupang. Pesawat berkapasitas 148 penumpang itu, menerbangi rute Surabaya-Kupang-Denpasar (pp).
Demikian Vice President Citilink, Joseph A Saul, saat Sosialisasi Member Agent Citilink, di Hotel Sasando Kupang, Rabu (6/8/2008) siang. Saat itu Saul didampingi General Manager (GM) PT Garuda Indonesia (Persero) BO Mataram (membawahi NTB-NTT), Fredrik Kasiepo dan staf ahli Citilink, Suwandoko. Citilink merupakan anak perusahan Garuda Indonesia, yang salah satu perannya mengatur dan merencanakan pengoperasian armada Garuda, termasuk mengembangkan pasar.
Saul mengatakan, Citilink yang akan beroperasi di Kupang, lebih menawarkan keselamatan penerbangan dan penerbangan tepat waktu. Dua hal ini menjadi prioritas, karena selama ini yang membuat penumpang resah adalah ketidakpastian waktu penerbangan. 
"Kami lebih mengutamakan keselamatan penerbangan dan penerbangan yang tepat waktu. Kalaupun terjadi penundaan penerbangan karena sesuatu sebab, maka penundaan itu paling lama empat jam . Jika lebih, akan dibatalkan dan seluruh uang penumpang akan dikembalikan," tandas Saul.
Citilink, lanjut Saul, akan beroperasi di Kupang mulai 1 September 2008. Pada saat itu, Citilink memberikan harga nol rupiah. Artinya, penumpang hanya dibebani charge fuel sekitar Rp 200.000,00 untuk penerbangan Kupang-Surabaya. 
Dalam melayani penumpang, kata Saul, Citilink juga akan menghitung biaya bagasi setiap penumpang. Namun tarifnya relatif murah, Rp 5.000,00/kg. Beda dengan maskapai lain yang membebaskan biaya bagasi 20 kg, tetapi sebenarnya biaya itu sudah dihitung dalam satuan tiket. "Citilink memang mengenakan biaya untuk bagasi sesuai dengan beratnya. Satu kilogram tarifnya Rp 5.000,00," ujarnya.
Sebagai contoh, jelas Saul, bagasi 20 kg gratis, tetapi harga tiket satu juta rupiah sehingga total harga tiket Rp 1 juta. Tetapi ketika seseorang tidak membawa bagasi atau hanya membawa hand luggage lima kilogram, maka penumpang itu hanya membayar tiket Rp 900.000,00.
Sementara Fredik Kaseipo mengatakan, pada tahun 2007, pihaknya pernah menemui Gubernur NTT (semasa Gubernur Piet A Tallo, S.H) untuk menyampaikan rencana Garuda Indonesia masuk Kupang. Saat itu pemerintah menyampaikan bahwa selama ini ada banyak penumpang Garuda tetapi mereka tidak bisa terbang langsung dari Kupang melainkan dari daerah lain.
"Atas dasar itu, maka kami berusaha agar bisa menjangkau NTT, apakah melalui sales outlet ataupun kerja sama kemitraan. Pada penerbangan yang akan dilayani 1 September nanti, jadwal penerbangan Surabaya-Kupang pukul 06.00 WIB dan Kupang-Surabaya pukul 09.30 Wita. (ira)