|
F L O R E S A
Seputar
Flores

|
* Tahun 2009
Pemkab Matim Buka 15 Jalur Jalan Utama
KUPANG, PK--Pada tahun anggaran 2009 mendatang Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Matim), melalui Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Kabupaten Manggarai Timur akan membuka 15 ruas jalan utama di wilayah kabupaten baru tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Kabupaten Manggarai Timur, Thomas Ngalong, menyampaikan hal itu saat ditemui Pos Kupang di Kupang, Selasa (29/7/2008). Thomas mengatakan, rencana pembukaan 15 jalur jalan utama di Manggarai Timur itu bertujuan untuk mendekatkan pelayanan dari ibu kota kabupaten ke enam ibu kota kecamatan di wilayah itu. Selain itu, kata Thomas, pembangunan infrastruktur dasar tersebut juga untuk membuka wilayah-wilayah yang selama ini masih terisolasi dan belum terjangkau jasa transportasi darat.
Menurut dia, untuk merealisasikan pembukaan 15 ruas jalan utama di wilayah Manggarai Timur itu membutuhkan dana berkisar antara Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar. Sedangkan kalau tiap jalur hanya dibuka bertahap lima kilometer, demikian Thomas, maka untuk 15 jalur utama itu membutuhkan dana sekitar Rp 25 miliar.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, kata Thomas, selain membutuhkan dukungan dana dari pemerintah pusat melalui APBN, juga perlu dukungan dari masyarakat. Dukungan dari masyarakat, katanya, sangat diperlukan karena ruas jalan yang akan dibuka nanti pasti ada yang melewati lahan-lahan milik masyarakat.
Jika ini yang terjadi, demikian Thomas, maka masyarakat diharapkan jangan membebani pemerintah dengan meminta ganti rugi tanah yang terlalu tinggi. "Di sinilah bentuk dukungan masyarakat dalam pembangunan ruas jalan yang direncanakan itu," katanya.
Ia menjelaskan, ada beberapa ruas jalan di wilayah Manggarai Timur yang sudah dibangun pada masa pemerintahan Bupati Manggarai, Drs. Gaspar Ehok yang beberapa tahun terakhir ini kurang diperhatikan lagi dalam hal perbaikan dan kelanjutan pembangunannya. "Ruas jalan itulah yang pada tahun 2009 akan diprioritaskan pembangunannya," ujarnya.
Thomas menyebutkan, 15 ruas jalan yang dibangun tahun depan, antara lain ruas jalan Borong-Peot-Warat-Rehes-Ntjeang sepanjang 18 kilometer (km). Jalan tersebut sudah diaspal sepanjang 14 km. Ruas itu jalan untuk menghubungkan wilayah selatan dengan wilayah utara, seperti Benteng Jawa, Dampek, Pota, Sambi Rampas dan Elar lewat ruas jalan propinsi di Bangga Rangga/Dangka Mangkang.
Selain itu, ruas jalan Borong-Mukun-Koit-Simpang Lima-Lengor (Likan Telu) sepanjang sekitar 80 km. Ruas jalan ke Likan Telu itu, lanjutnya, dalam waktu dekat sudah tembus yang dikerjakan secara swakelola dari kabupaten induk, yakni Kabupaten Manggarai. Jalur lain Kisol-Mok-Pa'an Leleng sekitar 34 km.
Jalur lingkar luar , kata Thomas, dari Waelengga-Kalang Maghit- Jembatan Surba sepanjang 45 km. Dari Jembatan Surba lewat Runus hingga Simpang Lima sepanjang 23 km. Jalur jalan ini, demikian Thomas, untuk membuka isolasi ke Wukir, Langgasai dan Desa Nanga Meje.
Daerah-daerah itu, kata Thomas, memiliki potensi hasil bumi yang cukup besar dan berprospek bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat jika sarana dan prasarana jalan sudah memadai. Selama ini, lanjut Thomas, masyarakat di sana menjual hasil bumi seperti kopi, vanili dan cengkeh ke Ngada melalui pasar di Wukir.
"Jadi, masyarakat di sana melakukan transaksi hasil bumi hanya di satu tempat itu. Ini karena tidak tersedianya sarana dan prasarana jalan yang memadai untuk akses pasar ke Ruteng, Ibu kota Kabupaten Manggarai guna mendapatkan harga yang layak," ujarnya.
Ruas jalan lainnya, jelas Thomas, yakni Benteng Jawa-Dampek, Benteng Jawa-Wae Nao (perbatasan Kabupaten Manggarai dengan Manggarai Timur), Benteng Jawa-Laci-Gongger, Watunggong-Pota. Menurut dia, di wilayah itu juga memiliki potensi hasil bumi yang cukup besar, yakni kopi, cengkeh, vanili dan kemiri. (oni)
Umat Islam Di Ende Perlu Introspeksi Diri
ENDE, PK--Umat Islam di Kabupaten Ende perlu menginstrospeksi diri, melihat apakah kehidupannya selama ini sudah sesuai dengan ajaran agama atau belum. Selain itu, juga perlu menjalin hubungan silaturahmi dan saling menghargai antara sesama muslim dan juga dengan umat beragama lain.
Demikian pesan Hari Raya Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW 27 Rejab 1429 Hijriah Tingkat Kabupaten Ende yang dilaksanakan di gedung Baranuri Ende, Minggu (3/8/2008) malam. Acara ini dihadiri Bupati Ende, Drs. Paulinus Domi, jajaran muspida dan pejabat Kabupaten Ende serta raturan umat Islam.
Pesan Hari Raya Isra Mi'raj ini dikatakan Ketua Umum Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Ende, Drs. H Mansur Do, yang ditemui di gedung Baranuri Ende, Minggu (3/8/2008) malam. Menurut Mansur, makna Isra Mi'raj adalah umat Islam lebih tekun berdoa atau sholat serta terus mengintrospeksi diri serta menjalin hubungan baik dan toleransi dengan sesama umat muslim dan dengan umat beragama lain.
"Tema perayaan Isra Mi'raj kali ini adalah "Dengan Isra Mi'raj kita tingkatkan kerukunan beragama. Untuk merayakan Isra Mi'raj ini juga dilakukan sejumlah kegiatan seperti lomba hafal Al Qura'an, tablig akbar dan lainnya," kata Mansur.
Bupati Ende, Drs. Paulinus Domi, mengharapkan, perayaan Isra Mi'raj memberi makna bagi kehidupan umat Islam Kabupaten Ende di hari-hari mendatang. Bupati juga mengimbau kepada umat Islam dan semua umat beragama di Kabupaten Ende untuk terus menjaga kerukunan hidup antarumat beragama sehingga keamanan dan ketenteraman di Kabupaten Ende terus terjaga. (mar)
* Kejar Pelajaran Tertinggal
SDI Ende 14 Tambah Jam Pelajaran
ENDE, PK--Untuk mengejar materi pelajaran yang sempat tertinggal, penyelenggara SD Inpres 14 Ende menerapkan tambahan jam pelajaran kepada siswa di sekolah itu hingga ketertinggalan itu terkejarkan.
Kegiatan belajar-mengajar di SDI 14 Ende, sempat terhenti selama empat hari sejak Jumat (25/7/2008) hingga Rabu (30/7/2007), karena akses jalan ke sekolah tersebut ditutup pemilik tanah, Muhamad Ndayo. Sejak Kamis (31/7/2008) kegiatan belajar-mengajar di sekolah tersebut sudah kembali berjalan karena para guru dan siswa menggunakan jalan alternatif untuk bisa akses ke sekolah.
Kepala SD Inpres 14 Ende, Maria Rona, mengatakan itu saat ditemui di kediamannya, Senin (4/8/2008) malam. Dia mengatakan, pihak sekolah sudah melakukan pertemuan dengan orangtua siswa dan sudah memberitahukan mengenai tambahan jam pelajaran tersebut dalam pertemuan guru dengan orangtua siswa di SDI 14 Ende, Sabtu (2/8/2008) siang.
"Waktu jalan ditutup itu khan kami pulangkan siswa ke rumah demi menjaga keselamatan sampai dengan dibukanya jalan alternatif pada Kamis (31/7/2008). Jadi, keterlambatan materi pelajaran selama akses jalan ditutup tersebut harus dikejar lagi supaya kembali normal sesuai jadwal kurikulumnya," kata Rona.
Menurut Rona, untuk mengejar lagi materi pelajaran yang tertinggal tersebut, saat ini di SDI 14-Ende yang seharusnya jam pelajaran selesai pukul 12.20 Wita, diperpanjang jam pelajarannya sampai pukul 13.00 Wita.
"Dalam pertemuan dengan orangtua siswa, kami sudah sampaikan kepada orangtua siswa maksud perpanjangan jam pelajaran tersebut. Kami minta pengertian orangtua siswa supaya memberi makan kepada anaknya sebelum ke sekolah, karena jam keluar sekolah menjadi terlambat dan supaya orangtua siswa tidak bertanya-tanya, anaknya pulang terlambat dari sekolah. Pihak orangtua siswa sudah memahami hal tersebut," kata Rona. Dia menambahkan, sampai saat ini para siswa dan guru masih menggunakan jalur jalan alternatif.
Diberitakan sebelumnya, akses jalan masuk ke SDI Ende 14 ditutup pemilik tanah Muhamad Ndayo dipicu pemecatan Muhamad Aqsa dari statusnya sebagai PNS di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende. Muhamad Aqsa adalah putra pemilik tanah Muhamad Ndayo.
Untuk menyelamatkan proses pendidikan di SDI Ende 14, pihak sekolah bersama Pemerintah Kelurahan Mautapaga dan Pemerintah Kecamatan Ende Timur membuka jalan alternatif ke kompleks sekolah meskipun membuat siswa dan guru harus berputar cukup jauh untuk masuk ke sekolah.
Pemilik tanah, Muhamad Ndayo yang ditemui di kediamannya, Kamis (31/7/2008) siang, mengatakan, penutupan akses jalan masuk tersebut sebagai protes pihaknya terhadap keputusan Bupati Ende, Paulinus Domi, yang memecat putranya bernama Muhamad Aqsa dari status PNS di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende. (mar)
|