|
Humbalorata
Sumba, Alor, Lembata

|
Gubernur Lantik Datemoly Jadi Sekab Alor
KALABAHI, PK--Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, melantik dan mengambil sumpah Drs. Seprianus Datemoly, menjadi Sekretaris Kabupaten (Sekab) Alor, di aula Gereja Pola Tribuana, Kalabahi, Rabu (6/8/2008). Pelantikan Datemoly menjawab teka-teki jabatan Sekab Alor yang hampir dua tahun dijabat pelaksana tugas (Plt) sejak ditinggalkan Drs. Umbu K. Anagoga.
Pelantikan pejabat karier tertinggi bagi PNS di Kabupaten Alor ini juga disaksikan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si, sejumlah unsur muspida Propinsi NTT, sejumlah anggota DPRD NTT, Bupati Alor, Ir. Ans Takalapeta, Ketua DPRD Alor, Drs. John Th. Blegur, dan anggota DPRD Alor, unsur muspida di Kabupaten Alor, para pejabat instansi dan bagian di Pemkab Alor, pimpinan BUMN dan BUMD di Kabupaten Alor, tokoh masyarakat dan lembaga swasta lainnya serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Lebu Raya mengatakan, momen pelantikan merupakan hal yang istimewa karena langsung dihadiri oleh dirinya bersama wagub. Dan, untuk pelantikan jabatan sekab seperti ini merupakan kali yang pertama baginya setelah menjabat Gubernur NTT. Namun demikian, kata Lebu Raya, hal ini bukan karena dirinya mempunyai atau ada kepentingan pribadi maupun politik dengan Datemoly.
Menurut Lebu Raya, dalam sebuah proses demokrasi ada dinamika sehingga ada yang senyum dan ada yang cemberut, ada yang rasa sakit dan ada yang senang, begitupun ada yang tertawa dan ada yang menangis. Namun itu merupakan sebuah harga dari demokrasi, di mana di dalam demokrasi ada keputusan yang harus diterima.
Pelantikan sekab itu, kata Lebu Raya, dilakukan dalam rangka meningkatkan kepemimpinan dan aparatur di daerah ini. Untuk jabatan seperti ini, yakni eselon II kewenangan telah diberikan kepada pemerintah propinsi untuk pengangkatannya, termasuk jabatan sekretaris kabupaten maupun kota.
Dalam pengangkatan ini, tegas Lebu Raya, pemprop melaksanakannya sesuai dengan semangat profesionalisme dan melihat dari kompetensi dan prestasi kerja dari pejabat yang ada tanpa memiliki kepentingan, baik itu suku maupun golongan. "Dalam konteks ini sekab yang diangkat gubernur adalah pejabat yang memenuhi kualifikasi sesuai syarat yang ada. Dan, ini bukan kepentingan pribadi, apalagi politik dan tidak berdasarkan pertimbangan birokrasi patrimonial, tetapi sesuai aturan dengan aturan yang berlaku," tandas Lebu Raya.
Dengan kondisi di atas, lanjut Lebu Raya, Drs. Seprianus Datemoly dilantik sebagai sekab atau pejabat karier tertinggi bagi PNS di Kabupaten Alor. Diharapkan Datemoly dapat menjalankan tugas secara baik, memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, adil, dan merata. Sekab dapat bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat yang merupakan peran
sentral.(oma/fen)
Diknas Sumba Timur Gelar Lomba Kreativitas
WAINGAPU, PK--Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Sumba Timur melalui Sub Dinas TK/SD, menggelar lomba kreativitas siswa dan guru TK se-Sumba Timur, Selasa (6/8/2008). Lomba itu bertujuan memacu kreativitas guru dan anak TK agar lebih meningkatkan pengetahuan, kepribadian dan keterampilan anak.
Ketua Panitia, Ruben Nggulundima, S.Sos, M.Pd, yang ditemui di sela-sela kegiatan di TK Pembina Negeri Waingapu, mengatakan, kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tahun. Lomba kreativitas guru dan siswa TK, ini diikuti 25 peserta siswa dan 25 guru TK dari 25 TK di Sumba Timur.
Untuk anak mengikuti lomba melukis, sedangkan guru lomba melukis cerita bergambar. Ada enam tema yang ditawarkan kepada peserta, khususnya untuk lomba melukis bagi anak. Tema tersebut, yakni keluargaku, sekolahku, kebunku, sahabatku, binatang kesayanganku, dan hari besar nasional. Untuk guru, temanya bebas tetapi harus berkaitan dengan pembelajaran di TK.
Perlombaan ini, kata Ruben, akan dinilai oleh tim juri yang diambil dari para seniman, pengawas, dan kepala TK. Tim juri dari kelompok seniman terdiri dari Widodo, Kabubu Palandima, Pulu Pima Ara. Pengawas diambil Zeroi R Lebe dan mewakili Kepala TK, Apriana Panda Rangga dari TK Pembina Negeri Waingapu.
Untuk Lomba kreativitas guru, jelas Ruben, hasil karya yang menempati juara I, II dan III akan diambil oleh panitia dan diperbanyak kemudian dibagikan ke seluruh taman kanak-kanak yang ada di Sumba Timur.
Sementara suasana di ruangan tempat berlangsungnya perlombaan diwarnai tingkah laku lucu para peserta. Ada peserta yang sudah sampai di tempat perlombaan tiba-tiba menolak mengikuti lomba. Ada juga peserta yang tidur-tiduran sementara peserta lainnya menggambar. Ada juga yang serius melukis. Ada juga yang terlihat serius menggambar tetapi hanya membuat coretan-coretan.
Para pengawas dan juri terpaksa harus kerja keras untuk menertibkan para peserta. Ada juga satu peserta yang hanya dalam satu jam sudah selesai melukis. Ternyata lukisannya hanya berupa coretan-coretan.
(dea)
Kasat Lantas Polres Sumtim Dicopot
* Diduga terkait terungkapnya pemalsuan dokumen mobil
WAINGAPU, PK--Kasatlantas Polres Sumba Timur, AKP Lukas Malana, dicopot dari jabatannya dan dipindahkan ke Dirlantas Polda NTT, Rabu (6/8/2008). Pencopotan Lukas disinyalir terkait pengungkapan kasus pemalsuan dokumen mobil yang diduga melibatkan sejumlah petinggi di Mapolres Sumba Timur, Mei lalu.
Lukas yang dimintai tanggapannya, Selasa (5/8/2008), terkait pencopotan dirinya dari jabatan Kasatlantas Sumba Timur, mengatakan, tidak mengetahui alasan pencopotan dirinya. Namun Lukas menduga, pencopotan dirinya ada kaitan dengan mencuatnya kasus pemalsuan dokumen mobil di daerah itu.
Lukas mengatakan, ada kejanggalan dalam mutasi dirinya kali ini, karena baru bertugas di Mapolres Sumba Timur Januari 2008. Jika pencopotan dirinya dengan alasan promosi, kata Lukas, seharusnya di tempat yang baru dia juga ada jabatan. "Tetapi ini tidak ada. Jadi saya dicopot dari jabatan saya dan dinonjobkan di Dirlantas NTT," katanya.
Lukas mengaku kecewa karena alasan mutasi dirinya tidak jelas. Jika mutasi dirinya karena alasan telah membocorkan kasus ini ke media massa seperti tuduhan pihak tertentu selama ini, tegas Lukas, maka keputusan itu tidak adil karena dirinya tidak pernah memberikan data apa pun ke media massa.
"Kalau benar alasan itu yang dipakai, saya kira tidak adil, karena keputusan pencopotan saya hanya berdasarkan dugaan dari pihak tertentu yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Selama ini saya tidak pernah berkomentar soal mobil bermasalah di koran. Justeru orang-orang yang diduga terlibat dalam kasus pemalsuan dokumen mobil itu yang berbicara banyak di koran. Kenapa orang lain yang melakukan kesalahan, saya juga ikut jadi korban?" sesal Lukas.
Dia mengatakan, sesuai berita di media massa, wartawan mengetahui kasus tersebut dari kasus yang menimpa Kepala BPS NTT, Ir. Poltak Siahaan. Kasus tersebut, katanya, kemudian berkembang kepada saksi-saksi yang namanya dipakai dalam dokumen palsu pembelian mobil yang dimiliki beberapa pejabat Polres Sumba Timur. "Jadi informasi itu bukan dari saya," tegas Lukas.
Seperti diketahui, pada Mei lalu, kasus jual beli mobil berdokumen palsu di Sumba Timur mencuat ke permukaan. Mencuatnya kasus ini berawal dari transaksi pembelian mobil Honda Jazz antara Kepala BPS Propinsi NTT, Ir. Poltak Siahaan, dengan salah seorang perwira di Polda NTT. Dalam transaksi tersebut, Poltak menemukan ada kejanggalan karena nama yang tertera dalam dokumen mobil bukan nama perwira polisi yang menjual mobil kepadanya, tetapi nama orang lain, yakni Thomas Dappa yang beralamat di Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur.
Poltak kemudian meminta stafnya menelusuri keberadaan orang yang namanya ada dalam dokumen mobil tersebut sekaligus mengecek kebenaran, apakah yang bersangkutan pernah menjual mobil dengan merk tersebut. Setelah mengetahui yang bersangkutan tidak pernah memiliki mobil dengan merk dimaksud, Poltak melaporkan kasus tersebut ke Polda NTT. Dari situlah satu persatu mobil berdokumen palsu terungkap, termasuk beberapa di antaranya mobil milik para pejabat di Polres Sumba Timur saat itu. (dea)
|