|
Xtra SPORT

|
* Kejurnas Grasstrack di Atambua
Akan Dibuka Wagub NTT
WAKIL Gubernur (Wagub) Propinsi NTT, Ir. Esthon L Foenay, M,Si, menurut rencana membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region II, Seri III yang akan digelar di Atambua, Belu, 8-10 Agustus 2008. Saat ini panitia sudah melakukan pembenahan sirkuit di Stadion Haliwen, Atambua. Ketua Panitia, Letkol (Inf) Samuel Petrus Hehakaya, mengatakan hal ini di Makodim 1605 Belu, Rabu (6/8/2008) petang.
Samuel menjelaskan, panitia sudah mempersiapkan segala sesuatunya, terutama mengenai akomodasi dan arena sirkuit. Saat ini, katanya, persiapan arena sudah selesai, tinggal pembenahan teknis. Saat ini, para pembalap sudah mulai berdatangan di Atambua, baik dari RDTL (Timor Leste) maupun dari luar NTT.
"Kita harapkan Pak Wagub yang buka Kejurnas ini. Sekarang sudah hadir di Atambua pembalap dari RDTL, Banyuwangi, NTB, Kupang, Sumba, Bajawa dan Maumere. Pembalap Kefamenanu juga sudah menyatakan siap untuk ikut kegiatan ini," kata Dandim 1605 Belu ini.
Sebelumnya, Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, mengimbau warga Kabupaten Belu untuk mendukung kesuksesan event tersebut. Dukungan dimaksud dengan menjaga keamanan dan ketertiban sehingga seluruh proses pelaksanaan kejurnas ini berjalan sukses.
"Kita harus bangga karena IMI Pusat menunjuk Atambua sebagai tuan rumah. Penunjukkan ini tentu sudah melalui kajian yang mendalam, apakah itu lintasannya termasuk aspek keamanan dan ketertiban. Untuk itu, selaku kepala wilayah saya mengimbau supaya warga Belu turut berpartisipasi mendukung kesuksesan event ini," ujar Bupati Lopez.
Kepada panitia lokal, Bupati Lopez mengharapkan agar mempersiapkan segala sesuatunya secara baik. "Kejurnas ini menghadirkan pembalap dari luar, sehingga menyangkut penginapan perlu dipersiapkan secara baik. Persiapan lintasan sirkuit pun harus ditata secara baik sehingga pelaksanaan kejurnas ini sukses," tegasnya. (yon)
* Kejurnas Tinju PPLP
5 Petinju NTT ke Final
DARI enam petinju yang dikirim Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT, lima petinjunya berhasil lolos ke babak final Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Antar- PPLP di Manado, Sulawesi Utara. Pada pertandingan, Rabu (6/8/2008), Saverinus Soleman lolos ke final menyusul Ardy Gafur, Dedy Lani, Moris Malaikosa dan Yohanes Mella yang sudah lebih dulu lolos.
Pelatih tinju PPLP NTT, Hermensen Ballo, S.H yang melaporkan dari Medan, Rabu petang, mengatakan, Saverinus ke final setelah menang 15-6 atas petinju Riau, Jonsa Darman. Babak final akan berlangsung, Jumat (8/8/2008).
"Lima petinju lolos ke final, ini di luar prediksi kami. Dari Kupang kami hanya targetkan maksimal dua harus lolos ke final, namun ternyata lima orang yang lolos. Ini adalah prestasi yang menggembirakan," ujar mantan petinju nasional ini.
Ditanya tentang target di final, Hermensen tidak mau menyebut berapa medali emas yang harus dibawa pulang. Yang pasti, katanya, saat ini motivasi bertanding petinju sangat tinggi, sehingga dia tidak ingin membebani mereka dengan target.
"Saya ingin mereka bermain lepas. Kalau dilihat dari lawan yang akan dihadapi, saya punya keyakinan kalau mereka akan memberikan perlawanan yang berimbang. Saya bilang pada mereka bahwa kalau mau juara nasional, sekaranglah saatnya. Mereka termotivasi sehingga saya hanya berusaha agar tetap menjaga kondisi kesehatan dan stamina mereka," ujar Hermensen.
(eko)
Simplisius Paji Abe Spektakuler
LUAR biasa! Pujian ini patut diberikan kepada atlet cacat NTT, Simplisius Paji Abe. Setelah sukses merebut medali emas nomor lari 100 dan 200 meter, atlet tunadaksa ini kembali merebut medali emas nomor lompat jauh Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas) 2008, dalam lomba di Stadion Utama Palaran, Samarinda-Kalimantan Timur, Rabu (6/8/2008).
Wakil Sekretaris Umum KONI Propinsi NTT, Eduard Setty, dari Samarinda, usai lomba mengatakan, dengan hasil ini, Simplisius sudah berhasil merebut tiga medali emas. Simplisius merebut medali emas lompat jauh tunadaksa, dengan jarak lompatan, 5,05 meter. Medali perak direbut Rasydin (Aceh), dengan jarak lompatan 4.82 meter dan perunggu, Decky dari Sulawesi Utara, dengan jauh lompatan 4,70 meter.
"Ini adalah hasil yang sangat spektakuler. Seorang atlet cacat bisa merebut tiga medali emas sama seperti yang diraih atlet normal. Saya pikir prestasi ini harus dihargai dengan sepantasnya," ujar Setty.
Simplisius yang dihubungi melalui pelatihnya, Budi, tidak mau berkomentar banyak tentang prestasi yang diraihnya tersebut. "Dia hanya ingin berbuat yang terbaik bagi NTT sesuai kemampuan yang dimilikinya. Dia hanya ingin agar dengan prestasi yang telah dicapainya ini mendapat perhatian dari pemerintah. Dia tidak butuh sanjungan dan pujian, tapi dia ingin diberikan pekerjaan yang layak sesuai dengan sertifikasi yang dimilikinya, yakni service alat-alat elektronika," ujar Budi.
Menurut Eduard Setty, selain prestasi Simplisius, NTT juga mendapat tambahan satu medali perak dan satu perunggu. Medali perak direbut Maria Kolloh dari nomor lari 400 meter tunarungu dan perunggu oleh Tanty Yosefa juga dari 400 meter tunarungu. Medali emas nomor ini direbut oleh Sulastri dari Jambi.
"Peluang merebut medali masih terbuka bagi NTT, karena besok (hari ini) Damianus dan Lembert masih akan tampil di nomor lompat jauh tunadaksa. Saat ini mereka sangat siap untuk bertanding, sehingga kita harapkan jangan ada halangan non teknis seperti Sarlin Amalo yang cedera kaki," ujar Setty. (eko)
Data Diri
Nama : Simplisius Paji Abe
Lahir : Adonara, 13 Mei 1981
Keterampilan : Service eletronika
Cabang : Atletik
Prestasi : Porcanas 2004 di Palembang, medali emas lari 100 meter dan lompat jauh. ASEAN Paragame 2005, medali emas lari 100 meter dan lompat jauh, medali perak lari 200 meter. Porcanas 2008 di Samarida, medali emas lari 100, 200 meter dan lompat
jauh.
* HUT Emas St. Pius Lewoleba
Gajah Lumpur Tundukan Jontona
KLUB unggulan, PS Gajah Lumpur, Walangkeam-Lewoleba menundukan Jontona dari Ile Ape, 4-2 dalam lanjutan penyisihan turnamen sepakbola HUT Emas St. Pius Lewoleba-Lembata, di lapangan Polres Lembata, Rabu (6/8/2008). Kemenangan ini mengantar Gajah Lumpur menjadi juara Grup A dan lolos ke babak perempatfinal.
Jeson tampil brilian dengan mencetak tiga gol bagi Gajah Lumpur. Satu gol lainnya dicetak oleh kapten kesebelasan, Bocha. Dua gol Jontona dicetak oleh Martin dan Lembert. Meski kalah, Jontona tetap mendampingi Gajah Lumpur dari Grup A sebagai runner-up. Jontona, anak-anak asuhan Elias Geroda Making ini unggul poin atas rivalnya, D Lordes dan Silva FC.
Dipimpin wasit Aloysius Nedabang, pertandingan antara Gajah Lumpur melawan Jontona berlangsung menarik. Unggul dalam skil pemain, Gajah Lumpur terlihat sedikit menganggap remeh lawannya itu. Hal itu membuat mereka harus kecolongan dua gol ketika gawangnya dibobol oleh anak-anak Jontona ini. Meski demikian, Gajah Lumpur yang mengandalkan Inzaghi, Bocha, Yumi, Rethan, Defil, Lopes, Jeson, Orlando, Jonter, Jack, Wisnu dkk berhasil bangkit dan memenangkan pertandingan.
Pelatih dan asisten pelatih Gajah Lumpur, Yoseph Liko dan Pablo Banjar yang menghubungi Pos Kupang usai pertandingan, mengatakan, kebanggaannya atas prestasi yang dicapainya itu. Menuju perempatfinal, Gajah Lumpur akan melawan runner-up Grup C yang ditentukan dalam pertandingan hari ini antara Boca Junior melawan Spontan. "Siapa saja lawan di perempatfinal, kami siap. Semua pertandingan kami anggap sebagai partai final, sehingga kalaupun nanti kalah, itulah perjuangan yang sudah dilakukan," ujar Pablo Banjar.
(eko)
Anis Juara Alor 10K
ANIS Fankari asal Kecamatan Alor Tengah Utara, keluar sebagai juara pertama kelompok putra lomba lari Alor 10K yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor, yang didukung Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI. Dalam lomba di Kalabahi-Alor, Rabu (6/8/2008), Anis menjadi tercepat dengan mencatat waktu 39 menit, 19, 13 detik. Untuk kategori putri disabet Mehelmina Atakari asal Alor Barat Daya (Abad) dengan catatan waktu 54 detik, 39,11 detik.
Lomba lari 10 K Alor ini merupakan serangkaian acara memeriahkan Expo Alor VII 2008 yang dibuka oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Rabu (6/8/2008).
Lomba lari ini diikuti sekitar 200 pelari yang berasal dari Kalabahi dan sekitarnya. Start dimulai dari Desa Dulolong, Alor Barat Laut (Abal) dan finishnya di depan Hotel Pelangi Indah, Jalan Diponegoro, Kalabahi. Para pelari di finish disambut Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan Wagub NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si, Bupati Alor, Ir. Ans Takalapeta, Ketua DPRD Alor, Drs. John Th Blegur dan Staf Kemenegpora dan pejabat lainnya.
Juara kedua kategori putra ditempati Yakob Mandena dari Kecamatan Pureman. Tempat ketiga oleh Lefrianus Maufani (39, 40.34) dari Kecamatan ATU. Untuk kategori putri, juara pertama Mehelina Atakari disusul Santi Sawera (54, 96.17) dari Alor Timur, dan tempat ketiga Yublina Molina (56, 71,53) dari Pureman.
Juara pertama putra dan putri mendapat bonus uang Rp 4 juta dan Plakat Alor Emas. Juara II menerima uang Rp 3, 5 juta, dan juara III uang Rp 3 juta. Penyerahan hadiah untuk juara diserahkan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan Wagub NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si.
Frans Lebu Raya dalam sambutannya mengatakan, sebuah prestasi tidak dapat dicapai tanpa kerja keras. Untuk itu, katanya, harus bisa kerja keras dan mengaturnya secara baik potensi yang ada sehingga dapat capai prestasi. Selain menghadiri lomba lari ini, Frans dan Esthon juga membuka lomba renang, lomba dayung tradisional dan tarik tambang di Desa Alor Kecil dan Alor Besar di Kecamatan Alor Barat
Laut. (oma)
Prakiraan cuaca beberapa kota di NTT, Kamis (7/8/2008)
Kupang : Cerah /Suhu 22-33'C
: Angin Arah Tenggara-Selatan 15-45 km/jam
Maumere : Cerah / Suhu 21-32'C
: Angin Arah Tenggara 10-25 km/jam
Larantuka : Cerah/ Suhu 22-32'C
Angin Arah Selatan 10-20 km/jam
Waingapu : Cerah/Suhu 20-33'C
: Angin Arah Timur-Tenggara 15-40 km/jam
Rote/Ba'a : Cerah/ Suhu 17-32' C
: Angin Arah Timur 15-40 km/jam
Kalabahi : Cerah/ Suhu 20-32' C
: Angin Arah Timur Laut-Timur 10-30 km/jam
Ruteng : Cerah-Berawan / Suhu 11-25'C
: Angin Arah Utara 10-25 km/jam
Labuan Bajo : Cerah-Berawan/ Suhu 23-31'C
: Angin Arah Utara 15-30 km/jam
Sabu : Cerah / 23-31'C
: Angin Arah Timur-Tenggara 15-30 km/jam
Prakiraan Tinggi Gelombang di Wilayah Perairan NTT
Selat Ombai, Selat Sape, 1,5-2,5 meter, Laut Flores, Selat Sumba 2,0-3,5 meter
Laut Timor, Selat Rote 2,5-4,0 meter
Laut Sawu, Laut Banda, Laut Arafura 3,5-5,0 meter
Sumber : BMG El Tari-Kupang
|