| Berita Utama
3

|
Expo Ajang Promosi
KALABAHI, PK -- Expo yang digelar setiap tahun oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Alor, merupakan ajang promosi budaya dan berbagai potensi daerah. Melalui expo ini, Alor dan Propinsi NTT semakin dikenal oleh dunia luas.
Hal itu dikatakan oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, ketika membuka kegiatan Expo Alor VII Tahun 2008, Rabu (6/8/2008) sore. Expo Alor dipusatkan di lapangan mini Kota Kalabahi.
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan penandatangani prasasti Expo Alor oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. Disemaraki pula dengan pesta kembang api raksasa dan peluncuran maskot Expo Alor VII berupa "Rusa Emas Duduk" dan pemotongan roti emas raksasa bertuliskan 50 tahun, sebagai simbol tahun emas Kabupaten Alor.
Pembukaan Expo Alor diawali dengan tarian lego-lego melibatkan 1.000 penari dari berbagai komponen masyarakat daerah itu. Tarian ini mendapat penghargaan dan langsung masuk dalam rekor Muri. Penghargaan Muri ini diserahkan Paulus Pangka, S.H, melalui Gubernur NTT kepada Bupati Alor, Ir. Ans Takalapeta sebagai pemrakarsa. Penghargaan ini diberikan juga kepada Ketua Panitia Expo Alor VII, Letkol. Syahriyal Siregar, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Alor, Drs. YO Bulling, M.Si.
Selain tarian lego-lego juga defile dari 17 kecamatan dan warga dari beberapa etnis di daerah itu, seperti Timor, Flores, Jawa dan Tionghoa. Saat defile itu, etnis Jawa menampilkan tarian reog dan etnis Tionghoa menampilkan Barongsai Naga Timor. Pada acara itu, diluncurkan juga Buku "Tapak-tapak Sejarah Perkembangan Kabupaten Alor dari tahun 1958-2008" oleh Bupati Alor, Ir. Ans Takalapeta.
Expo Alor ini akan diwarnai aneka kegiatan menarik seperti lomba lari Alor 10 K, lomba dayung, lomba renang, lomba tarik tambang di laut, Kejurda Sepak takraw, serta berbagai kegiatan seminar dan wisata. Acara pembukaan Expo Alor kali ini dihadiri sekitar 10.000 orang, baik masyarakat dari berbagai daerah di kabupaten itu maupun wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara dan undangan lainnya.
Menurut Lebu Raya, pentingnya Expo Alor sesuai tujuannya untuk mempublikasikan dan mempromosi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki daerah ini. Oleh karena itu, kegiatan ini merupakan ajang promosi yang strategis.
Lebu Raya menegaskan, NTT perlu langkah lebih cepat dalam pembangunan, sehingga perlu ada terobosan. Dan, Expo Alor ini sebagai bagian dari terobosan tersebut. "Mudah- mudahan expo ini diikuti oleh daerah lain. Kalau bisa, peserta dari daerah lain, diundang untuk mengikuti kegiatan ini," saran Lebu Raya.
Pada kesempatan itu, Lebu Raya juga berpesan, Kabupaten Alor adalah salah satu destinasi pariwisata. Karena itu, pemerintah kabupaten setempat harus memperhatikan kualitas hidup masyarakat. Perhatian terhadap sarana-prasarana pendukung, serta pembangunan infrastruktur pariwisata juga amat diperlukan agar ke depan Alor lebih sering dikunjungi.
Bupati Alor, Ir. Ans Takalapeta, mengatakan, expo tahun ini bertepatan dengan usia emas daerah tersebut. Dalam usia ini, pemerintah terus berusaha agar masyarakat dan daerah setempat menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
Ketua Panitia Expo Alor VII, Letkol. Syahriyal Siregar, mengatakan, Expo Alor digelar sejak tahun 2002. Kegiatan ini selalu melibatkan berbagai komponen masyarakat, dan menampilkan pelbagai produk kerajinan, dan potensi sumber daya alam daerah tersebut.
Expo yang digelar tahun ini dikemas dalam 50 kegiatan dari acara pembukaan hingga penutupan. Kegiatan itu pun mengusung tema "Alor Emas 2008, Bersama Pasti Kita Bisa".
Hadir dalam kegiatan itu, Wagub NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si, unsur muspida NTT, Bupati Alor, Ir. Ans Takalapeta dan ibu, Ketua DPRD Alor, Drs. John Th. Blegur dan anggota DPRD Alor, Muspida Kabupaten Alor, Seichi Okawa (ketua GBI) dan rombongan dari Jepang, wisatawan domestik dan mancanegara, rombongan Sail Indonesia, serta ribuan masyarakat lainnya. (oma/fen)
* Kasus Tenaga Kontrak di TTU
Kadinkes Jangan Cari Kambing Hitam
KEFAMENANU, PK -- Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Agustinus Talan, S.Sos menegaskan, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) TTU, dr. Michael Suri jangan mencari kambing hitam dalam kasus perekrutan ratusan tenaga kontrak di Dinkes TTU.
Sebelumnya (Pos Kupang, 6 Agustus 2008), Suri mengungkapkan bahwa pada dasarnya Dinkes tidak mau memakai tenaga kontrak. Namun ada "orang kuat" di DPRD dan Sekab TTU mendesak dan mengejar-ngejar Kabag Tata Usaha dan Kasubag Urusan Kepegawaian Dinkes TTU supaya menerima pegawai kontrak yang merupakan kenalan dekat "orang kuat" itu.
"Saya minta Kadinkes TTU jangan menuding sembarang orang jika tidak punya bukti kuat. Jangan coba-coba cari kambing hitam. Itu namanya mau cuci tangan," tandas Agustinus Talan, di Kefamenanu, Rabu (6/8/2008).
Talan menegaskan, Dewan bukan lembaga penyalur tenaga kerja. "Selain itu, bila ada famili saya yang melamar jadi pegawai kontrak, apakah saya harus melarang mereka?" ujarnya.
Ia menyarankan Kadinkes TTU agar berhati-hati bila hendak menandatangani sebuah berkas surat keputusan yang menyangkut hidup orang.
Sementara itu, dr. Reny Taolin yang menelpon Pos Kupang di Kefamenanu, semalam, membantah sebagai salah satu pegawai kontrak. "Saya sudah jadi dokter PTT di Puskesmas Betun sejak Mei 2007 lalu. Jadi informasi yang ditulis itu tidak benar," tandas dr. Reny.
Dalam berita sebelumnya, nama Dokter Reny Taolin, menurut sumber Pos Kupang, adalah salah satu dokter PTT yang dijanjikan untuk diperjuangkan menjadi dokter PNS di TTU.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Timor Tengah Utara (TTU). Drs. Gabriel Manek, M.Si, Senin (4/8/2008), meminta agar Kepala Dinas Kesehatan TTU, dr. Michael Suri, M.M, segera memecat 300-an tenaga kontrak yang dipekerjakan di sejumlah Puskemas dan rumah sakit setempat. Pasalnya, pengangkatan para pegawai kontrak tersebut tanpa sepengetahuan Bupati Manek. (ade)
|