Tim
Gabungan Papua Bertolak ke Jakarta
Sebuah tim gabungan dari legislatif
dan eksekutif Provinsi Papua, Senin (5/8) bertolak ke Jakarta untuk menuntaskan
dua agenda Otonomi Khusus......
Lemasko
Gaet Investor Dari Jakarta
Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro
(Lemasko) sukses menggaet salah satu investor dari Jakarta, yaitu PT Insuma
Duta Perkasa, guna membantu......
Usulan
Penggantian Sekwilcam tak Relevan
Usulan Camat Mimika Baru Hironimus
Taime SE menggantikan Sekretaris Wilayah Kecamatan (Sekwilcam) Mimika Baru
Marthen Sandi karena dinilai......
Pelajar
Bobonaro Timtim Ingin Belajar di NTT
Banyak pelajar SMP dan SMU di Distrik
Bobonaro, Negara Timor Timur, berkeinginan belajar di sekolah-sekolah yang
ada di wilayah Provinsi Nusa......
Thailand
Akui Nelayannya Curi Ikan di Indonesia
Duta Besar (Dubes) Thailand untuk
Indonesia, Chaiyong Satjipanon, mengakui banyak nelayan dari negaranya
mencuri ikan di perairan Indonesia......
Setetes
Rindu di Lautan Cinta
SETETES rindu ingin kureguk
di laut cintamu. Namun, hingga kini, bahteraku selalu kandas di karang
harapan. Ingin aku melupakannya, tapi gema......
Tujuh
Atlet Renang Dipersiapkan ke Kejurda
Sedikitnya tujuh atlet renang potensial
asal suku Kamoro dari Pola Asrama Iwaka, Kecamatan Mimika Timur yang pernah
mengikuti even kejuaraan......
Tujuh
Kata Akan Memecahkan Kesatuan Bangsa
Asosiasi Ilmu Politik Indonesia
(AIPI) berpendapat bahwa dimasukkannya tujuh kata Piagam Jakarta ke dalam
UUD 1945 yang diamandemen, justru......
Masyarakat
Berhak Tolak Proyek tak Becus
Masyarakat tidak hanya sekedar menerima
semua proyek pembangunan yang diturunkan dari atas tetapi sebaliknya punya
hak untuk......
Solossa
‘Bantah’ LPJ Cacat Hukum
Gubernur Papua Drs JP Solossa MSi
membantah pernyataan anggota Fraksi Partai Demokrasi Kasih Bangsa (PDKB)
DPRD Papua Jhon T Manurung yang......
Mantan
Raja Afganistan Kembali ke Istana
Mantan Raja Afganistan Mohammad
Zahir Shah, yang kembali ke negaranya tahun ini setelah lebih dari tiga
dasawarsa berada di pengasingannya di Italia......
Ronny
Wabia dan Erol Iba Dicoret dari Timnas
Perlahan tapi pasti, pelatih timnas
Indonesia Ivan Venkov Kolev mengiris jumlah skuadnya. Kolev terakhir mencoret
tujuh pemain salah satunya adalah......
Selengkapnya .......
Baca Timika Pos Edisi Cetak |
Mantan Raja Afganistan Kembali
ke Istana
Kabul, Senin
Mantan Raja Afganistan Mohammad
Zahir Shah, yang kembali ke negaranya tahun ini setelah lebih dari tiga
dasawarsa berada di pengasingannya di Italia, kembali ke istananya, Minggu
(4/8).
Kompleks istana tersebut telah direnovasi
oleh pemerintah, yang ingin menempatkan Zahir Shah sebagai tokoh pemersatu.
“Seperti burung yang kembali ke sarangnya,” kata raja berusia 87 tahun
itu ketika meninjau kompleks istana bersejarah tersebut dengan didampingi
Presiden Hamid Karzai.
“Senang sekali saya bisa pulang,
sangat senang,” kata Zahir Shah sambil merangkul Karzai saat mereka berkeliling
di istana itu. Sejak kembali ke Afganistan pada April lalu, Zahir Shah
tinggal di sebuah rumah di kawasan diplomatik Wazir Akbar Khan, yang terletak
beberapa blok dari istana yang merupakan rumah masa kecilnya itu.
Setelah mengumumkan niatnya untuk
tidak menduduki jabatan tertentu, Zahir Shah memainkan peran utama mengawasi
pertemuan Loya Jirga, atau majelis agung para pemimpin dan tetua suku,
yang bertugas mengukuhkan pemerintah sementara yang dibentuk setelah serangan
udara pimpinan AS dan gempuran Aliansi Utara tahun lalu mendongkel rejim
Taliban.
Meski melarikan diri dari Afganistan
setelah digulingkan oleh seorang pamannya pada 1973, Zahir Shah tetap menjadi
tokoh populer di kalangan penduduk Afganistan. Ia disebut-sebut sebagai
‘Bapak Bangsa’ setelah sidang Loya Jirga, dan sebagian besar orang Afganistsan,
termasuk Karzai, masih menghormatinya sebagai raja mereka dan menyebutnya
‘Yang Mulia’.
Minggu, sebuah konvoi kendaraan
membawa Zahir Shah dan rombongannya ke istana tersebut. Kompleks istana
itu, yang dibangun kembali oleh Amir Abdul Rahman setelah diruntuhkan oleh
Inggris pada 1879, sesungguhnya merupakan kumpulan istana dan bangunan
tambahan yang dibuat oleh generasi penguasa Afganistan berikutnya.
Termasuk di dalamnya adalah bangunan
yang dibuat oleh penguasa pada masa Uni Sovyet yang menduduki Afganistan
selama satu dasawarsa mulai 1979. Markas Karzai terletak di salah satu
sisi halaman istana itu, namun Zahir Shah akan tinggal di sebuah tempat
yang dulu merupakan harem (tempat tinggal selir) — bangunan segi empat
berdinding tinggi yang mengitari sebuah taman dengan pepohonan dan air
mancur. Sulit menggambarkan perasaan Zahir Shah saat ia berjalan
di taman tersebut. Mantan raja itu menyatakan ia pulang untuk menanti
panggilan Ilahi. (rtr) |