Edisi 07 Agustus 2002
Polisi Periksa Empat Karyawan Bar Vista
Empat orang karyawan Bar Vista di Gorong-gorong, Timika yang diduga terlibat penganiayaan terhadap lima orang......

Semua Perusahaan di Mimika Segera Didata
Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) diminta segera mendata semua perusahaan, termasuk privatisasi......

FPMP Minta PGRI Segera Diaktifkan
Para guru yang tergabung dalam Forum Peduli Mutu Pendidikan (FPMP) Mimika menyambut positif usulan diaktifkannya......

Jarang Ikut Latihan Kualitas Guru Rendah
Kendati secara kuantitas jumlah guru di Indonesia cukup memadai, namun secara kualitas mutu guru di negara ini......

AS Siap Cabut Ancaman Embargo Udang RI
Amerika Serikat (AS) menyatakan siap mencabut ancaman embargo atas ekspor udang RI jika Indonesia melaksanakan......

Tak Ada Istilah Kapok
DALAM kamus Andy /rif tidak istilah kapok dalam membina rumah tangga. Buktinya biarpun saat ini ia sudah menyandang......

Wismoyo Inginkan 15 Emas di Asian Games
Ketua Umum KONI Pusat, Wismoyo Arismunandar menginginkan atlet Indonesia mampu meraih 15 medali emas......

Presiden tak Perlu LPJ Diakhir Jabatan
Fraksi PDIP MPR menegaskan, diakhir masa jabatan Presiden tidak perlu menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ)......

Pemkab Sorong Luncurkan Video Klip Maybrat
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong, meluncurkan video klip “Maybrat Record” seri II berisi 12 lagu dan budaya khas......

Tiada Maaf  Bagi Anggota Polisi yang Nakal
Kapolda Papua Irjen Pol Drs Made Mangku Pastika menegaskan, tidak akan memberikan maaf bagi setiap......

Krisis Kurang Gizi Landa Palestina
Sebuah laporan lembaga kemanusiaan resmi AS yang disiarkan Senin, mencatat krisis berat kesehatan melanda......

Hadapi Paraguay, Brasil Panggil
Empat "R"

Menghadapi partai persahabatan dengan Paraguay yang akan digelar akhir bulan ini, Brasil memanggil anggota skuadnya......

Selengkapnya .......

Baca Timika Pos Edisi Cetak
AS Siap Cabut Ancaman Embargo Udang RI

Jakarta, TP
Amerika Serikat (AS) menyatakan siap mencabut ancaman embargo atas ekspor udang RI jika Indonesia melaksanakan ketentuan untuk melengkapi armada penangkap udang dengan peralatan Turtle Exluder Devise (TED).
Dirjen Perikanan Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Husni Manggabarani di Jakarta, Selasa (6/8) menyatakan, pada 17-25 Juli 2002 lalu, tim inspeksi dari AS datang ke Indonesia untuk mengecek penangkapan udang dengan peralatan trawl atau pukat harimau.
“Setelah melakukan pengecekan, tim Inspeksi dari AS menyatakan bahwa ancaman embargo atas ekspor udang RI ke AS bisa di cabut,” katanya.
Sebelumnya, 24-25 Mei 2001 Tim Inspeksi dari AS juga telah melakukan pengecekan terhadap kapal penangkap udang di perairan Indonesia Bagian Timur dan mendapati adanya armada yang tidak dilengkapi TED, yakni peralatan untuk memisahkan antara penyu dengan udang. Setelah melakukan inspeksi maka Tim tersebut memberikan rekomendasi agar ekspor udang Indonesia yang berasal dari perairan Laut Arafura untuk sementara di embargo hingga diadakan inspeksi kembali.
Namun demikian, menurut Husni Manggabarani, udang dari hasil tangkapan di perairan Indonesia Bagian Barat masih dapat diekspor ke AS dengan melampirkan formulir ekspor yang menyatakan darimana komoditas itu berasal.
Selain itu, mereka juga merekomendasikan agar pemerintah RI segera melaksanakan program pengawasan terhadap penggunaan TED baik di darat maupun di laut khususnya pada saat kapal trawl beroperasi.
Dirjen mengatakan, setelah melakukan inspeksi kembali pada Juli 2002 lalu mereka menilai Indonesia, telah mematuhi dan melakukan apa yang direkomendasikan pihak AS sehingga embargo atas udang Indonesia layak di cabut. Namun demikian, mereka meminta agar pemerintah benar-benar melakukan penegakan hukum terhadap kapal penangkap ikan yang melakukan pelanggaran, selain itu disain TED agar di sempurnakan.
Untuk itu, AS memberikan waktu kepada Indonesia selama enam bulan guna memperbaiki sistem hukum serta penyempurnaan terhadap peralatan TED pada armada perikanan tangkap sebelum nantinya ancaman embargo tersebut benar-benar di cabut.
Dirjen mengakui, selain Indonesia yang dinilai tidak menerapkan TED yakni Amerika Latin, namun saat ini hampir seluruh armada penangkap udang di tanah air telah menggunakan TED.
Menyinggung ekspor udang Indonesia ke AS, Husni menyatakan, pada 2001 total volume ekspor komoditas tersebut sebesar 113,1 juta kg dengan nilai 905,5 juta dolar AS dan dari angka itu yang ditujukan ke AS sekitar 220.668 kg atau 352.712 juta dolar AS.
“Selama ini pasar ekspor udang Indonesia yang terbesar ditujukan ke Jepang,” katanya.
Namun demikian, tambahnya, meskipun ekspor udang ke AS relatif kecil, pemerintah memandang pasaran ke negara itu serta Eropa tetap prospektif untuk dikembangkan. Oleh karena itu, agar Indonesia terhindar dari ancaman embargo atas ekspor udang ke AS maka pemerintah akan melakukan berbagai upaya diantaranya penyuluhan dan pelatihan penggunaan TED, pemantuan dan pengawasan terhadap kapal yang tidak memanfaatkan peralatan tersebut serta memberikan tindakan tegas terhadap armada yang melanggar. (ant)


Update daily by:
HARIAN PAGI TIMIKA POS
GRAHA TDS, JL. CENDRAWASIH NO. 28 (SP2) TIMIKA - PAPUA - INDONESIA
TELP. 62 (0901) 322131, 322132, 322133, FACS. 62 (0901) 322130

timikapos@timika.wasantara.net.id