Polisi
Periksa Empat Karyawan Bar Vista
Empat orang karyawan Bar Vista di
Gorong-gorong, Timika yang diduga terlibat penganiayaan terhadap lima orang......
Semua
Perusahaan di Mimika Segera Didata
Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda)
diminta segera mendata semua perusahaan, termasuk privatisasi......
FPMP
Minta PGRI Segera Diaktifkan
Para guru yang tergabung dalam Forum
Peduli Mutu Pendidikan (FPMP) Mimika menyambut positif usulan diaktifkannya......
Jarang
Ikut Latihan Kualitas Guru Rendah
Kendati secara kuantitas jumlah
guru di Indonesia cukup memadai, namun secara kualitas mutu guru di negara
ini......
AS
Siap Cabut Ancaman Embargo Udang RI
Amerika Serikat (AS) menyatakan
siap mencabut ancaman embargo atas ekspor udang RI jika Indonesia melaksanakan......
Tak
Ada Istilah Kapok
DALAM kamus Andy /rif tidak
istilah kapok dalam membina rumah tangga. Buktinya biarpun saat ini ia
sudah menyandang......
Wismoyo
Inginkan 15 Emas di Asian Games
Ketua Umum KONI Pusat, Wismoyo Arismunandar
menginginkan atlet Indonesia mampu meraih 15 medali emas......
Presiden
tak Perlu LPJ Diakhir Jabatan
Fraksi PDIP MPR menegaskan, diakhir
masa jabatan Presiden tidak perlu menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban
(LPJ)......
Pemkab
Sorong Luncurkan Video Klip Maybrat
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong,
meluncurkan video klip “Maybrat Record” seri II berisi 12 lagu dan budaya
khas......
Tiada
Maaf Bagi Anggota Polisi yang Nakal
Kapolda Papua Irjen Pol Drs Made
Mangku Pastika menegaskan, tidak akan memberikan maaf bagi setiap......
Krisis
Kurang Gizi Landa Palestina
Sebuah laporan lembaga kemanusiaan
resmi AS yang disiarkan Senin, mencatat krisis berat kesehatan melanda......
Hadapi
Paraguay, Brasil Panggil
Empat
"R"
Menghadapi partai persahabatan dengan
Paraguay yang akan digelar akhir bulan ini, Brasil memanggil anggota skuadnya......
Selengkapnya .......
Baca Timika Pos Edisi Cetak |
Wismoyo Inginkan 15 Emas
di Asian Games
Jakarta, TP
Ketua Umum KONI Pusat, Wismoyo Arismunandar
menginginkan atlet Indonesia mampu meraih 15 medali emas di Asian Games
Busan, Korea Selatan, September mendatang.
“Tanamkan sejak hari ini (Selasa)
hingga 52 hari lagi bahwa anda bisa dan mampu untuk meraih 15 medali emas
yang diharapkan Presiden RI,” kata Wismoyo ketika mengadakan acara santai
dengan para atlet Pelatnas Asian Games di Jakarta, Selasa (6/8).
Menurutnya, kalau sejak dini ditanamkan
dalam hati dan diteruskan dengan dorongan motivasi pada pelaksanaan Asian
Games nanti, niscaya harapan perolehan medali bisa tercapai.
Sehubungan dengan itu, kata Ketua
Umum KONI, berbagai pihak terutama kalangan pengusaha Indonesia berusaha
memotivasi para atlet dengan cara memberikan berbagai bonus seperti yang
dilakukan mantan pembalap Indonesia, Tinton Soeprapto.
“Ini contoh pengusaha dan mantan
olahragawan Indonesia yang peduli dan cinta terhadap olahraga dan sekaligus
menginginkan Indonesia jaya pada multi event Asia tersebut,” katanya.
Selain itu juga melalui KONI Pusat
beberapa pengusaha membantu menyediakan bonus senilai Rp 250 juta bagi
setiap atlet yang berhasil memperoleh medali emas.
Tinton mengatakan, dia memberikan
bonus kepada atlet Indonesia yang meraih medali emas di Asian Games Busan
nanti, bukan untuk membanggakan diri tetapi karena panggilan hati untuk
mengangkat nama Indonesia di mata dunia khususnya di Asia.
“Ketika Genefo kita bisa meraih
medali emas dan menyingkirkan atlet dari negara lain seperti Cina. Kenapa
sekarang tidak bisa, padahal waktu itu tidak ada bonus,” ujar Tinton.
Bonus yang dijanjikan Tinton untuk
peraih medali emas dan perak itu berupa sebuah sepeda motor dengan merek
Ananda yaitu nama anaknya yang pernah mengikuti balapan mobil F3.
“Bonus itu bukan hanya janji, tolong
ketiga motor ini dipajang di kantor KONI Pusat agar atlet terus mengingatnya,”
katanya.
Atlet binaraga yang mengikuti Pelatnas
Asian Games, Hendra, mengaku salut dan bangga atas perbuatan mantan atlet
otomotif Indonesia yang menaruh perhatian pada para atlet yang saat ini
sedang dipersiapkan ke Busan itu.
“Baru sekali ini saya ketemu atlet
pengusaha yang benar-benar cinta terhadap olahraga. Sementara mantan atlet
lainnya yang pengusaha atau pengurus olahraga hanya melihat sambil tersenyum,”
ujarnya sambil menunjuk Soebronto Laras selaku Ketua Umum PB Pelti yang
juga hadir dalam pertemuan itu. Keberadaan Soebronto Laras sebagai pengusaha
besar yang belum ada perhatian terhadap para atlet sempat disinggung Tinton.
“Pak Soebronto ini pengusaha besar, tapi perhatiannya pada para atlet belum
terlihat. Saya pengusaha kecil cabe rawit, tapi saya telah berniat membantu
memotivasi mereka,” katanya. (ant) |