Polisi
Periksa Empat Karyawan Bar Vista
Empat orang karyawan Bar Vista di
Gorong-gorong, Timika yang diduga terlibat penganiayaan terhadap lima orang......
Semua
Perusahaan di Mimika Segera Didata
Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda)
diminta segera mendata semua perusahaan, termasuk privatisasi......
FPMP
Minta PGRI Segera Diaktifkan
Para guru yang tergabung dalam Forum
Peduli Mutu Pendidikan (FPMP) Mimika menyambut positif usulan diaktifkannya......
Jarang
Ikut Latihan Kualitas Guru Rendah
Kendati secara kuantitas jumlah
guru di Indonesia cukup memadai, namun secara kualitas mutu guru di negara
ini......
AS
Siap Cabut Ancaman Embargo Udang RI
Amerika Serikat (AS) menyatakan
siap mencabut ancaman embargo atas ekspor udang RI jika Indonesia melaksanakan......
Tak
Ada Istilah Kapok
DALAM kamus Andy /rif tidak
istilah kapok dalam membina rumah tangga. Buktinya biarpun saat ini ia
sudah menyandang......
Wismoyo
Inginkan 15 Emas di Asian Games
Ketua Umum KONI Pusat, Wismoyo Arismunandar
menginginkan atlet Indonesia mampu meraih 15 medali emas......
Presiden
tak Perlu LPJ Diakhir Jabatan
Fraksi PDIP MPR menegaskan, diakhir
masa jabatan Presiden tidak perlu menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban
(LPJ)......
Pemkab
Sorong Luncurkan Video Klip Maybrat
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong,
meluncurkan video klip “Maybrat Record” seri II berisi 12 lagu dan budaya
khas......
Tiada
Maaf Bagi Anggota Polisi yang Nakal
Kapolda Papua Irjen Pol Drs Made
Mangku Pastika menegaskan, tidak akan memberikan maaf bagi setiap......
Krisis
Kurang Gizi Landa Palestina
Sebuah laporan lembaga kemanusiaan
resmi AS yang disiarkan Senin, mencatat krisis berat kesehatan melanda......
Hadapi
Paraguay, Brasil Panggil
Empat
"R"
Menghadapi partai persahabatan dengan
Paraguay yang akan digelar akhir bulan ini, Brasil memanggil anggota skuadnya......
Selengkapnya .......
Baca Timika Pos Edisi
Cetak |
Krisis Kurang Gizi Landa
Palestina
Jerusalem, Selasa
Sebuah laporan lembaga kemanusiaan
resmi AS yang disiarkan Senin, mencatat krisis berat kesehatan melanda
anak-anak Palestina akibat 22 bulan perjuangan kemerdekaan Palestina, dan
kebijakan penutupan di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza oleh Israel.
Lebih dari satu dari lima anak Palestina
atau 22,5 persen dari mereka, mengalami kekurangan gizi, demikian laporan
yang disampaikan Lembaga AS untuk Pembangunan Internasional (USAID), yang
kesimpulan umumnya telah lebih dahulu bocor kepada pers.
Penduduk yang berusia di bawah lima
tahun di Jalur Gaza merupakan yang paling terkena dampak kekurangan gizi,
yang rata-rata angka kekurangan gizi akut dan kronis pada kelompok umur
itu meningkat menjadi 13,2 persen dan 17,2 persen dalam waktu dua tahun
terakhir.
Tingkat angka itu cukup jauh di
atas patokan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 10 persen untuk krisis
kekurangan gizi pada kelompok umur tersebut. Jumlah angka kekurangan gizi
di Jalur Gaza setara dengan kemiskinan yang melanda negara-negara Afrika
seperti Nigeria dan Chad untuk kekurangan gizi yang akut, demikian menurut
kelompok kemanusiaan CARE Internasional, yang melakukan pengkajian untuk
USAID.
Sementara itu, catatan untuk anak-anak
yang kekurangan gizi akut dan kronis di Tepi Barat, berada pada angka 4,3
dan 3,5 persen. Sementara persentase angka kekurangan gizi di Tepi
Barat masih jauh di atas angka patokan krisis WHO, seorang penulis laporan
USAID memperingatkan situasi di Tepi Barat cukup memprihatinkan dan dapat
memburuk.
“Ini serius,” kata Dr. Ziad Abdeen,
ketua penelitian pada Universitas Al-Quds di Jerusalem timur. Laporan itu
mencatat “gangguan pasar akibat jam malam, penutupan, pendudukan militer,
penutupan perbatasan dan pos-pos pemeriksaan” oleh tentara Israel sebagai
salah satu faktor-faktor penting yang mengganggu berkaitan dengan krisis
tersebut.
Ketika ditanya apakah pembukaan
kembali akan membantu meringankan situasi, Direktur USAID untuk Tepi Barat
dan Jalur Gaza, Larry Garber, menyatakan “Tidak, seseorang meragukan (pembukaan)
kembali akan membantu situasi”.
Laporan itu juga menonjolkan situasi
ekonomi yang buruk di kawasan itu mengingat faktor lain dalam krisis pangan
adalah banyak warga Palestina kehilangan pekerjaan di Israel dan pada sejumlah
wilayah pendudukan sejak perjuangan kemerdekaan meletus.
“Sebagian warga tidak memperoleh
makanan yang berprotein tinggi dan hampir sepertiga jumlah itu kesulitan
memperoleh makanan pokok seperti roti dan nasi,” demikian laporan tersebut.
Garber mengatakan salah satu tujuan
pengkajian itu adalah menggerakkan masyarakat internasional dalam menarik
lokomotif perekonomian Palestina agar rakyat memperoleh makanan.
Dalam mengantisipasi laporan USAID,
sejumlah pejabat medis Israel hari Senin pagi menyalahkan pemerintah Otonomi
Palestina untuk memburuknya kondisi kesehatan anak-anak di Jalur Gaza dan
Tepi Barat.
“Selama tujuh tahun, warga Palestina
telah mengelola semua sektor-sektor kesehatan secara menyeluruh dan mandiri...
Mereka tidak memperoleh nasehat dari pakar-pakar Israel, mereka tidak menanyakannya,”
keluh direktur pelayanan nasional pada kementerian kesehatan, Dokter Dorit
Nitan Kaluski, dalam sebuah taklimat.
Kaluski dan Dokter Jakov Adler,
penasehat medis untuk koordinator pegiat Israel di daerah pendudukan, menunjuk
pada penurunan secara keseluruhan standar kesehatan sejak Israel menyerahkan
kendali pemerintahan wilayah kepada pemerintahan Otonomi Palestina antara
tahun 1994-1996.
“Saya berpendapat terdapat masalah
luar biasa mengenai kurangnya kepedulian di antara rakyat Palestina...
mengenai gizi,” kata Kaluski.
Pemerintahan Otonomi Palestina menolak
sebagian besar tawaran bantuan medis Israel sejak perjuangan kemerdekaan
Palestina dimulai, demikian pejabat itu. Sementara itu, jurubicara pemerintah
Israel mengatakan bahwa kelompok-kelompok garis keras Palestina bertanggungjawab
atas memburuknya kondisi kehidupan warga sipil di daerah pendudukan.
Kelompok garis keras menyelewengkan
kendaraan medis, komersial dan warga sipil untuk menyelundupkan senjata
dan melancarkan serangan, dan memaksa Israel mengambil langkah tegas seperti
pemberlakuan jam malam, penguatan pos-pos pemeriksaan dan menutup perbatasan,
demikian tuduh Daniel Seaman. (afp) |